;
Daerah  

Jaelani Dorong Hilirisasi Pertanian dan Perikanan Sultra untuk Perkuat Ekspor

Anggota Komisi IV DPR RI, Jaelani. (Dok. Istimewa)
Anggota Komisi IV DPR RI, Jaelani. (Dok. Istimewa)

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Anggota Komisi IV DPR RI, Jaelani, mendorong penguatan hilirisasi sektor pertanian dan perikanan di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) guna meningkatkan nilai tambah komoditas dan memperluas pasar ekspor.

Dorongan tersebut disampaikan Jaelani usai menghadiri pelepasan ekspor perdana 1.027 ton tepung tapioka dan minyak kelapa sebagai komoditas unggulan Sultra ke China dan Malaysia, yang berlangsung di PT Agri Cassava Makmur, Jalan Transmigrasi UPT Arongo, Desa Landono, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Kamis (10/9/2026).

Jaelani mengatakan, Sultra memiliki banyak komoditas pertanian maupun perikanan yang berpotensi menembus pasar ekspor. Karena itu, hilirisasi dinilai penting untuk terus didorong agar hasil produksi daerah tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah.

“Banyak produk-produk pertanian maupun perikanan di Sulawesi Tenggara yang memiliki potensi ekspor. Saya pikir hilirisasi ini perlu kita dorong,” kata Jaelani.

Menurutnya, upaya mendorong hilirisasi tidak dapat dilakukan DPR RI sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga para pelaku usaha di sektor pertanian dan perikanan.

“Dorongannya tidak bisa kita hanya sendiri DPR. Kita harus berkolaborasi dengan pemerintah daerah, tentu pemerintah provinsi, termasuk pelaku-pelaku sektor pertanian maupun perikanan,” ujarnya.

Selain mendorong hilirisasi, Jaelani menyebut Komisi IV DPR RI juga terus mengakumulasi kebutuhan masyarakat, khususnya petani dan nelayan di Sultra.

Ia menjelaskan, Sultra memiliki 17 kabupaten/kota, 221 kecamatan, 377 kelurahan, dan 1.908 desa. Menurutnya, sebagian besar wilayah tersebut telah dikunjungi untuk menyerap aspirasi sekaligus mengidentifikasi kebutuhan masyarakat sektor pertanian dan perikanan.

“Kita pertama mengakumulasi kebutuhan pertanian. Di 17 kabupaten/kota, 221 kecamatan, 377 kelurahan, 1.908 desa ini, sudah hampir kita semua kunjungi. Kita akumulasi kebutuhan petaninya, termasuk nelayannya,” jelasnya.

Jaelani mengatakan, dukungan untuk sektor pertanian diberikan melalui penguatan sarana dan prasarana produksi, termasuk alat dan mesin pertanian (alsintan).

Sementara di sektor perikanan, bantuan diarahkan untuk meningkatkan produktivitas nelayan, antara lain melalui dukungan alat tangkap, mesin kapal, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya.

“Kalau pertanian, kita bantu untuk penguatan, baik alsintan. Kalau perikanan, kita bantu baik alat tangkap, mesin kapal, semua fasilitas yang mendorong produktivitas petani maupun yang lain itu kita bantu,” pungkasnya. (sal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

;