MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari berkolaborasi dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka memperingati Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 11-12 September 2026, tersebut dipusatkan di Kawasan Eks-MTQ Kota Kendari, tepatnya di depan Kantor Wali Kota Kendari, Jalan Drs. H. Abdullah Silondae, Kecamatan Mandonga, Jumat (11/9/2026).
GPM secara resmi dibuka oleh perwakilan Kejati Sultra, Agus Sudiarto, S.H., M.H., dan dihadiri langsung Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, S.K.M.
Turut hadir jajaran Kejaksaan Negeri Kendari, perwakilan Bulog Wilayah Sultra, Bank Indonesia Perwakilan Sultra, Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, jajaran PT Midi Utama Indonesia Tbk, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Dalam sambutannya, Wali Kota Kendari mengapresiasi sinergi dan kolaborasi berbagai pihak dalam membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga sekaligus mengendalikan inflasi daerah.
Siska mengungkapkan, sepanjang 2026 Pemkot Kendari telah melaksanakan dan memfasilitasi GPM sebanyak 110 kali. Sementara pada 2025, kegiatan serupa telah digelar sebanyak 120 kali.
“Gerakan Pangan Murah ini merupakan langkah nyata pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan untuk membantu masyarakat, menjaga daya beli, serta menekan laju inflasi melalui stabilisasi harga kebutuhan pokok,” ujar Siska.
Selain menggelar GPM, Pemkot Kendari bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan instansi terkait juga rutin memantau harga kebutuhan pokok di 14 pasar yang ada di Kota Kendari.
Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan stabilitas harga sekaligus mengawasi kepatuhan terhadap ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Berdasarkan perkembangan inflasi daerah, inflasi Kota Kendari pada Agustus 2026 tercatat sebesar 3,66 persen. Kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya fluktuasi biaya transportasi dan distribusi barang dari luar daerah.
Di sisi lain, Siska menyampaikan capaian positif pertumbuhan ekonomi Kota Kendari. Berdasarkan rilis Kementerian Dalam Negeri, pertumbuhan ekonomi Kota Kendari tercatat mencapai 7,78 persen dan menempatkan Kendari sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.
Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja sama dan dukungan seluruh unsur pemerintah, Forkopimda, instansi terkait, serta para pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas ekonomi dan menciptakan iklim pembangunan yang kondusif.
Siska berharap sinergi antara pemerintah daerah, Kejaksaan, Bank Indonesia, Bulog, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat, khususnya dalam menjaga ketahanan pangan, mengendalikan inflasi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, perwakilan Kejati Sultra, Agus Sudiarto, S.H., M.H., mengatakan GPM merupakan salah satu bentuk bakti Kejaksaan kepada masyarakat melalui penyediaan bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau.
“Gerakan Pangan Murah ini menjadi bentuk kepedulian dan bakti Kejaksaan kepada masyarakat, khususnya dalam membantu menyediakan kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat memperoleh sejumlah komoditas pangan pokok, di antaranya beras SPHP dari Bulog, gula pasir, dan Minyakita. Selain itu, dilakukan pula penyerahan voucher kepada masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkot Kendari berharap stabilitas pasokan dan harga pangan tetap terjaga, daya beli masyarakat semakin kuat, serta pengendalian inflasi daerah dapat berjalan secara optimal.
Sinergi Pemkot Kendari dan Kejati Sultra diharapkan terus terjalin dalam mendukung berbagai program pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat menuju Kota Kendari yang semakin maju. (red)












