;
Daerah  

Tim Musikalisasi Puisi SMAN 1 Kendari Raih Juara II Nasional

Kepala SMAN 1 Kendari, Nur Aida, S.Pd., M.Pd., didampingi Pembina Musikalisasi Puisi SMAN 1 Kendari, Sri Maharani, S.Pd., M.Pd., berfoto bersama siswa-siswi SMAN 1 Kendari yang meraih Juara II Festival Musikalisasi Puisi Tingkat Nasional Tahun 2026. (FOTO: FAYSAL/MS)
Kepala SMAN 1 Kendari, Nur Aida, S.Pd., M.Pd., didampingi Pembina Musikalisasi Puisi SMAN 1 Kendari, Sri Maharani, S.Pd., M.Pd., berfoto bersama siswa-siswi SMAN 1 Kendari yang meraih Juara II Festival Musikalisasi Puisi Tingkat Nasional Tahun 2026. (FOTO: FAYSAL/MS)

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Sulawesi Tenggara di tingkat nasional. Tim Musikalisasi Puisi SMA Negeri 1 Kendari berhasil meraih Juara II Festival Musikalisasi Puisi Tingkat Nasional Tahun 2026 yang digelar di Jakarta, 22-25 September 2026.

Prestasi tersebut menjadi bukti konsistensi SMAN 1 Kendari dalam mengembangkan potensi siswa, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga melalui berbagai kegiatan nonakademik.

Tim yang tampil dalam kompetisi nasional tersebut terdiri dari Kristina Honey Kondong kelas XII.A1 sebagai vokalis utama, Jovita Klaudia Irene kelas XI.A2 sebagai pemain biola, strings (keyboard), dan backing vocal, Clarissa Michelle P. kelas XII.G3 sebagai vokalis dan backing vocal, Elgracio Indra Sanda Langi kelas XII.B1 sebagai pemain perkusi, Deni Yehezkiel Fredrick Sembiring Brahmanakelas XII.A1 sebagai pemain piano, serta satu personel sebagai pemain gitar.

Tim tersebut dibina oleh Sri Maharani, S.Pd., M.Pd., bersama pelatih Kaiman.

Kepala SMAN 1 Kendari, Nur Aida, S.Pd., M.Pd., mengaku bersyukur atas capaian yang diraih para siswanya. Menurutnya, dalam waktu singkat sejak dirinya bertugas di SMAN 1 Kendari, sejumlah prestasi telah berhasil ditorehkan siswa di berbagai bidang.

“Alhamdulillah, di SMA Negeri 1 Kendari dalam kurun waktu lebih kurang 10 hari saya di sini, deretan prestasi itu luar biasa. Mulai dari Juara II tingkat nasional musikalisasi puisi, Juara II tingkat nasional LKBB, Juara II tingkat nasional debat bahasa Inggris, dan sejumlah prestasi lainnya di tingkat provinsi,” ujarnya saat diwawancarai, Kamis (1/10/2026).

Ia mengatakan, sekolah terus memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan minatnya sehingga dapat tumbuh menjadi generasi yang inspiratif.

“Pihak sekolah tidak hanya mendukung kegiatan akademik, tetapi nonakademik juga didukung. Kegiatan di sekolah bukan hanya nonakademik, akademiknya juga tetap berjalan,” katanya.

Nur Aida menambahkan, ke depan pihak sekolah juga akan memperkuat pembinaan di bidang akademik, khususnya untuk menghadapi berbagai olimpiade tingkat nasional.

“Kami sudah berdiskusi dengan bidang Litbang bagaimana ke depan pembinaan di bidang olimpiade ini bisa mencapai target prestasi tingkat nasional. Ini juga menjadi bagian dari upaya kami meningkatkan prestasi Sulawesi Tenggara,” jelasnya.

Sementara itu, vokalis utama tim, Kristina Honey Kondong, mengatakan keberhasilan meraih Juara II tingkat nasional menjadi pengalaman sekaligus kebanggaan tersendiri bagi seluruh anggota tim.

“Prestasi yang kami raih di tingkat nasional ini dalam rangka Festival Musikalisasi Puisi Tahun 2026. Kami meraih Juara II dan ini menjadi salah satu prestasi yang sangat membanggakan bagi kami,” kata Kristina.

Ia menyebut, prestasi tersebut juga melanjutkan tradisi SMAN 1 Kendari yang secara konsisten mampu menembus jajaran tiga besar dalam ajang musikalisasi puisi tingkat nasional.

Menurutnya, persiapan menghadapi kompetisi dilakukan secara serius. Selama kurang lebih dua bulan, para siswa menjalani latihan dengan membagi sesi antara latihan musik, vokal, dan latihan secara keseluruhan.

“Setiap latihan kami membagi waktunya. Satu jam untuk latihan musik, kemudian istirahat, dilanjutkan latihan khusus vokal, lalu kami gabungkan semuanya. Kalau masih belum sesuai, kami ulang lagi secara bertahap,” jelasnya.

Untuk menjaga fokus, para anggota tim bahkan sepakat menyimpan telepon seluler dan perangkat lainnya selama latihan.

“Kami melepas gadget selama latihan, mulai dari HP dan laptop, semuanya disimpan supaya kami fokus melatih apa yang akan kami lombakan,” ujarnya.

Dalam kompetisi tersebut, tim SMAN 1 Kendari membawakan dua karya, yakni puisi wajib “Anak Laut” karya Asrul Sani dan puisi pilihan “Keterampilan Membaca Laut” karya Ama’ah Ismar.

Kristina menjelaskan, kedua puisi tersebut memiliki karakter dan pesan yang berbeda sehingga membutuhkan pendalaman rasa dalam proses latihan.

“Untuk puisi wajib, pesannya tentang seorang anak laut yang memiliki mimpi besar dan berimajinasi bisa pergi ke negeri yang jauh. Namun ketika berada di negeri yang jauh, ia justru merindukan kampung halamannya,” katanya.

Sementara puisi pilihan, lanjut dia, mengisahkan seseorang yang kehilangan kesempatan untuk bersama orang yang sangat disayanginya. Kesedihan tersebut kemudian dituangkan melalui puisi.

Menurut Kristina, salah satu tantangan terbesar dalam musikalisasi puisi adalah mengubah karya sastra menjadi pertunjukan musik tanpa menghilangkan makna dan rasa dari puisi tersebut.

“Karena ini puisi yang dijadikan lagu, kami harus mencari nada yang sesuai. Selain itu, sebagai vokalis saya juga harus benar-benar meresapi isi puisinya agar rasa yang disampaikan kepada penonton bisa sampai,” ujarnya.

Keterbatasan waktu akibat kesibukan sekolah dan kegiatan organisasi juga menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, latihan dilakukan secara terstruktur agar waktu yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efektif.

Sementara itu, Pembina Musikalisasi Puisi SMAN 1 Kendari, Sri Maharani, S.Pd., M.Pd., mengatakan perjalanan tim menuju tingkat nasional melalui proses pembinaan yang cukup panjang.

“Tim musikalisasi puisi ini melalui proses yang sangat panjang. Kami menjalani latihan selama kurang lebih dua bulan, mulai dari tahapan musikalisasi puisi tingkat provinsi hingga akhirnya menjadi finalis dan masuk 10 besar tingkat nasional,” jelasnya.

Sri Maharani mengatakan, tantangan utama dalam proses pembinaan adalah menyatukan enam siswa dengan karakter berbeda serta tanggung jawab masing-masing terhadap instrumen yang dimainkan.

“Dari keenam anak-anak kami mempunyai karakter yang berbeda-beda, dengan masing-masing alat musik yang mereka pegang dan tanggung jawab masing-masing. Vokalis juga mempunyai tanggung jawab yang besar,” katanya.

Menurutnya, proses latihan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga membangun kekompakan dan soliditas antarpersonel.

“Itulah tantangan kami supaya mereka menjadi tim yang solid dan kompak. Alhamdulillah, dengan proses yang dilakukan, kami bisa meraih Juara II di tingkat nasional,” pungkasnya.

Editor: Faysal Ahmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

;