MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka (ASR), secara resmi melepas program Mudik Gratis bersama ASR di Pelabuhan Nusantara Kendari, Selasa (17/3/2026). Pelepasan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Program mudik gratis ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sultra dan pemerintah pusat. Program tersebut bertujuan untuk meringankan beban masyarakat sekaligus memberikan kenyamanan dan keamanan selama perjalanan menuju kampung halaman.
Dalam keterangannya, Gubernur Andi Sumangerukka mengatakan program ini dihadirkan untuk mempermudah masyarakat bersilaturahmi dengan keluarga pada momen Idul Fitri tanpa harus terbebani biaya transportasi.
“Ini untuk mempermudah pelaksanaan mudik gratis, meringankan beban masyarakat, dan memastikan mereka nyaman, aman, serta lancar sampai di tujuan,” ujarnya saat diwawancarai awak media usai melepas mudik gratis.
Ia menjelaskan, program mudik gratis ini terbuka untuk semua kalangan, mulai dari mahasiswa, masyarakat umum hingga anak-anak. Menariknya, fasilitas yang diberikan tidak hanya untuk keberangkatan, tetapi juga untuk perjalanan kembali atau pulang-pergi (PP).
“Jadi bukan hanya berangkat, tapi juga kembali. Semua mendapat perlakuan yang sama,” jelasnya.
Secara keseluruhan, jumlah pemudik yang difasilitasi mencapai sekitar 10.000 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 6.000 orang difasilitasi melalui dukungan Kementerian Perhubungan, sementara lebih dari 4.000 lainnya merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Sultra.
Moda transportasi yang digunakan pun beragam, mulai dari angkutan darat seperti bus Damri, transportasi laut, hingga penyeberangan.
Gubernur juga mengingatkan pentingnya aspek keselamatan selama perjalanan. Ia mengimbau masyarakat untuk memastikan kondisi fisik dan kelayakan kendaraan sebelum berangkat serta tidak memaksakan diri jika dalam kondisi lelah.
Selain itu, kepada penyedia jasa transportasi, khususnya transportasi laut, ia menekankan agar memperhatikan kelayakan kapal dan standar keselamatan bagi penumpang.
“Kami minta nahkoda memastikan kapal layak berlayar serta memperhatikan aspek keselamatan dan kenyamanan penumpang. Ikuti juga informasi dari BMKG terkait kondisi cuaca,” tegasnya.
Melalui program ini, diharapkan masyarakat Sulawesi Tenggara dapat menjalani perjalanan mudik dengan lebih aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman. (sal)












