MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari mengerahkan tim rescue untuk membantu Operasi SAR kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang dilaporkan hilang kontak (lost contact) di wilayah pegunungan Maros–Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).
Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S, mengatakan bahwa pihaknya menerima Briefing Action Request (Bra SAR) dari Direktur Operasi Basarnas pada Rabu, 21 Januari 2026, sekitar pukul 19.00 Wita. Bra SAR tersebut berisi permintaan perbantuan personel dan peralatan untuk memperkuat pelaksanaan Operasi SAR yang dipusatkan di KPP Makassar.
“Menindaklanjuti permintaan tersebut, pada Kamis (22/1/2026) pukul 08.15 Wita, Tim Rescue KPP Kendari diberangkatkan melalui jalur udara menuju Makassar untuk memberikan dukungan personel dan alut,” ujar Amiruddin.
Sebanyak 15 personel dikerahkan dalam misi ini, terdiri dari 14 rescuer dan 1 tenaga perawat. Tim tersebut dilengkapi dengan berbagai peralatan pendukung operasi SAR, di antaranya peralatan komunikasi, peralatan SAR medis, peralatan SAR gunung dan hutan, peralatan evakuasi di ketinggian, serta perlengkapan keselamatan pendukung lainnya.
Amiruddin menegaskan, keterlibatan KPP Kendari merupakan bentuk sinergi dan kesiapsiagaan Basarnas dalam menangani kejadian kecelakaan transportasi yang membahayakan keselamatan manusia, khususnya di wilayah dengan medan sulit.
“Seluruh personel yang diberangkatkan telah dibekali dengan kemampuan dan peralatan yang memadai untuk mendukung Operasi SAR di lokasi kejadian,” tutupnya. (red)












