MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Dinas Perkebunan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Program Inovasi Daerah Sistem Informasi Manajemen Perkebunan dan Hortikultura (SIMBUNHORTI) di Aula Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra, Rabu (22/7/2026).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra, Dr. LM Rusdin Jaya, dengan menghadirkan narasumber dari Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Sultra serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sultra.
Dalam sambutannya, Rusdin Jaya menegaskan bahwa SIMBUNHORTI merupakan inovasi strategis untuk memperkuat kapasitas kelembagaan sekaligus meningkatkan tata kelola pelayanan publik di sektor perkebunan dan hortikultura melalui pemanfaatan teknologi digital.
Menurutnya, sistem tersebut dibangun agar selaras dengan program nasional, provinsi, hingga kabupaten/kota sehingga mampu menghadirkan layanan yang lebih efektif, transparan, dan terintegrasi.
“SIMBUNHORTI merupakan bagian dari upaya kami melakukan transformasi digital dalam pelayanan kepada masyarakat, khususnya petani perkebunan dan hortikultura di Sulawesi Tenggara. Sistem ini memang masih terus disempurnakan, namun menjadi langkah awal untuk menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, mudah, dan akuntabel,” ujar Rusdin.
Ia menjelaskan, selama ini sejumlah layanan, seperti pengajuan proposal bantuan hingga proses Calon Petani Calon Lokasi (CPCL), masih dilakukan secara manual. Kini, seluruh proses tersebut mulai diarahkan menggunakan teknologi digital yang terintegrasi dengan data geospasial dan citra satelit.
Dengan sistem tersebut, setiap proses pelayanan dapat dipantau secara digital sehingga lebih transparan dan meminimalisasi potensi penyimpangan.
“Kami ingin ke depan tidak ada lagi pelayanan yang dilakukan secara manual. Semua proses dapat ditelusuri melalui sistem digital sehingga masyarakat memperoleh kepastian layanan dan seluruh data terdokumentasi dengan baik,” katanya.
Rusdin juga berharap SIMBUNHORTI dapat diterapkan secara bertahap di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara agar tercipta keseragaman sistem informasi di sektor perkebunan dan hortikultura.
Menurutnya, keberhasilan digitalisasi tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia dalam mengoperasikan dan mengembangkan sistem tersebut.
Karena itu, ia mengajak seluruh aparatur di lingkungan Dinas Perkebunan dan Hortikultura serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk menguasai dan mengimplementasikan SIMBUNHORTI secara optimal.
“Kami membuka ruang seluas-luasnya untuk menerima masukan dari BRIDA, Diskominfo, maupun OPD terkait agar sistem ini terus disempurnakan. Kami optimistis SIMBUNHORTI akan menjadi inovasi yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada petani sekaligus mendukung pembangunan sektor perkebunan dan hortikultura di Sulawesi Tenggara,” tutupnya.
Melalui Bimtek ini, peserta diberikan pemahaman mengenai implementasi SIMBUNHORTI, pengelolaan data berbasis digital, serta sinkronisasi sistem dengan program pembangunan daerah guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, modern, dan berbasis teknologi. (red)












