Dukung Ketahanan Pangan, Sultra Genjot Peningkatan Jalan Antarwilayah

Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka. (Dok. Biro Adpim Sultra)
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka. (Dok. Biro Adpim Sultra)

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Bina Marga terus mengakselerasi pembangunan serta peningkatan jalan provinsi. Upaya ini dilakukan melalui Program Jamaah (Jalan Mulus Antarwilayah), salah satu program unggulan Gubernur Andi Sumangerukka (ASR) dan Wakil Gubernur Hugua.

Program tersebut menjadi prioritas dalam membuka konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta memperkuat sektor lumbung pangan di berbagai daerah yang selama ini terdampak kerusakan jalan.

Kepala Dinas SDA dan Bina Marga Sultra, Pahri Yamsul, mengatakan pembangunan infrastruktur jalan saat ini difokuskan untuk menopang ketahanan pangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Program-program Bina Marga sangat diperuntukkan untuk mendukung ketahanan pangan. Infrastruktur didesain agar akses menuju sentra ekonomi dan lumbung pangan bisa dijangkau lebih cepat. Jika sebelumnya membutuhkan empat jam, setelah perbaikan bisa hanya satu jam,” jelas Pahri, Selasa (25/11/2025).

Salah satu ruas prioritas adalah Poli–Polia hingga perbatasan Konawe Selatan, kawasan sentra pangan utama di Sultra. Menurut Pahri, masyarakat merasakan perubahan signifikan karena jalan yang sebelumnya tidak pernah tersentuh kini telah diperbaiki.

“Masyarakat sangat berterima kasih kepada pemerintah, khususnya Bapak Gubernur. Akses menuju sawah, sekolah, dan kantor kini jauh lebih mudah,” tambahnya.

Selain di Konawe Selatan dan Kolaka Timur, percepatan pembangunan jalan juga berlangsung di Buton Utara dan sejumlah wilayah lainnya. Secara keseluruhan, terdapat 10 ruas jalan yang tengah dikerjakan untuk memperkuat konektivitas pangan dan mempermudah mobilitas masyarakat.

Program Jamaah juga selaras dengan agenda pembangunan daerah dalam kerangka Asta Cita, di mana pemerintah berupaya menghapus hambatan konektivitas agar wilayah terpencil dapat terhubung lebih efisien.

Untuk tahun 2026, Pahri mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan usulan lanjutan program jalan, yang rinciannya akan disampaikan pada waktunya. (sal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!