BerandaDaerah

Dukung MBG, Muna Barat Target Jadi Pemasok Utama Ayam dan Telur

×

Dukung MBG, Muna Barat Target Jadi Pemasok Utama Ayam dan Telur

Sebarkan artikel ini
Bupati Muna Barat, La Ode Darwin. (FOTO: FAYSAL/MS)
Bupati Muna Barat, La Ode Darwin. (FOTO: FAYSAL/MS)

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Kabupaten Muna Barat (Mubar) menargetkan daerahnya menjadi pemasok utama ayam dan telur bagi wilayah sekitar guna mendukung program pemerintah pusat, Makan Bergizi Gratis (MBG).

Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengatakan pihaknya telah menjalankan program pengembangan peternakan rakyat sejak awal masa jabatannya pada 20 Februari lalu. Program tersebut difokuskan pada distribusi bibit ayam petelur dan ayam potong kepada kelompok-kelompok peternak.

“Sejak Februari hingga akhir tahun lalu, kami sudah mendistribusikan sekitar 28.200 bibit ayam petelur dan 10.000 bibit ayam potong kepada kelompok peternak,” ujar Darwin saat diwawancarai, Kamis (29/1/2026).

Ia menjelaskan, selama ini kebutuhan telur dan ayam di Muna Barat masih dipasok dari luar daerah. Karena itu, pemerintah daerah berinisiatif memperkuat produksi lokal agar mampu menunjang kebutuhan masyarakat sekaligus menyokong program MBG.

Dalam skema bantuan tersebut, kelompok peternak diwajibkan menyiapkan kandang, sementara pemerintah menyediakan bibit ayam usia 14–16 minggu serta bantuan pakan selama masa awal produksi. Dari total 28.200 ayam petelur yang telah disalurkan, sekitar 20.000 ekor kini sudah memasuki masa bertelur.

“Telur yang dihasilkan sudah dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat dan mendukung dapur program makan bergizi gratis,” jelasnya.

Sementara itu, distribusi ayam potong dilakukan pada Oktober–November dan kini sudah memasuki tahap produksi. Darwin menyebut, sejumlah kelompok peternak telah menjalin kerja sama dengan dapur-dapur MBG sehingga pasokan ayam tidak lagi bergantung dari luar daerah.

Pemerintah daerah, lanjutnya, juga melakukan pendampingan berkelanjutan melalui penyuluh dan petugas dinas peternakan. Hasil penjualan ternak didorong untuk menjadi modal pengembangan usaha agar populasi ayam terus meningkat secara mandiri.

Saat ini, di Muna Barat telah beroperasi sembilan dapur MBG dengan jumlah penerima manfaat sekitar 22 ribu orang. Jumlah tersebut berpotensi meningkat menjadi 30 ribu orang seiring penambahan dapur baru.

“Kebutuhan telur, ayam, sayur, hingga buah akan terus naik. Karena itu kami dorong semuanya bisa diproduksi di Muna Barat,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program Presiden Prabowo Subianto, Pemkab Mubar menargetkan penambahan 30.000–50.000 ayam petelur dan 10.000–20.000 ayam potong pada 2026. Pada akhir 2026 hingga awal 2027, populasi ayam petelur ditargetkan mencapai 70.000–100.000 ekor, sedangkan ayam potong 30.000–50.000 ekor.

Produksi tersebut tidak hanya untuk kebutuhan lokal, tetapi juga ditujukan menyuplai wilayah tetangga, khususnya Pulau Muna yang memiliki kebutuhan telur tinggi.

Untuk menjamin keberlanjutan usaha, Pemkab Mubar juga berkoordinasi dengan pabrik pakan di Makassar agar dapat membangun fasilitas produksi pakan di Muna Barat.

“Harapannya, perputaran ekonomi masyarakat meningkat dan manfaat program pusat benar-benar dirasakan di daerah,” tutup Darwin. (sal)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!