;
Daerah  

GEMA Keadilan Kukuhkan Ketua DPD di 17 Kabupaten/Kota, Satukan Pemuda Sultra Bangun Bangsa

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Generasi Muda Keadilan (GEMA Keadilan) Sulawesi Tenggara menandai babak baru perjalanan organisasi kepemudaan dengan mengukuhkan para Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GEMA Keadilan se-Sulawesi Tenggara.

Kegiatan yang berlangsung di Embrez Caffe Kendari, Rabu (26/8/2026), tersebut mengusung tema “Pemuda Sultra Bersatu, Kolaborasi Kepemimpinan Membangun Bangsa.”

Pengukuhan ini dirangkaikan dengan Forum Anggota Legislatif PKS se-Sulawesi Tenggara bersama struktur partai. Kegiatan tersebut turut disaksikan anggota legislatif PKS serta jajaran pengurus DPW dan DPD PKS se-Sulawesi Tenggara.

Momentum pengukuhan ini menjadi bagian penting dalam konsolidasi kepemudaan sekaligus menegaskan komitmen GEMA Keadilan untuk membuka ruang yang lebih luas bagi generasi muda Sulawesi Tenggara dalam mengembangkan kapasitas kepemimpinan, membangun kolaborasi, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.

GEMA Keadilan merupakan organisasi sayap PKS yang berfokus pada penguatan peran generasi muda. Organisasi ini menjadi ruang pembinaan dan pengembangan kepemimpinan, sekaligus wadah bagi anak-anak muda untuk mengambil peran dalam berbagai bidang kehidupan.

GEMA Keadilan juga terbuka bagi masyarakat dan generasi muda yang memiliki semangat untuk belajar, berkontribusi, berkolaborasi, serta mengambil peran dalam pembangunan bangsa.

Pengukuhan struktur GEMA Keadilan Sulawesi Tenggara merupakan tindak lanjut dari Musyawarah Nasional (Munas) GEMA Keadilan yang telah dilaksanakan di Jakarta. Setelah Munas tersebut, pembentukan struktur organisasi di tingkat wilayah dan daerah terus dilakukan sebagai bagian dari penataan dan penguatan organisasi.

Ke depan, para pengurus akan melanjutkan proses pemenuhan struktur dan keanggotaan di masing-masing daerah sebelum mengikuti pelantikan pada waktu yang akan ditentukan.

Prosesi Pengukuhan

Prosesi pengukuhan diawali dengan penyampaian selayang pandang dan profil GEMA Keadilan oleh Ketua DPW GEMA Keadilan Sulawesi Tenggara, H. Muh. Mu’tashim Saifullah, S.Ars., M.PWK, yang juga merupakan Anggota DPRD Sulawesi Tenggara.

Dalam penyampaiannya, Mu’tashim menekankan pentingnya membangun organisasi kepemudaan yang mampu menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda, bukan hanya dalam aspek organisasi, tetapi juga dalam pengembangan kapasitas kepemimpinan dan kontribusi sosial.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) oleh Sekretaris Jenderal GEMA Keadilan Sulawesi Tenggara, Mardani Syarif, S.P.

Setelah pembacaan SK, para Ketua DPD GEMA Keadilan dari 17 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara membacakan ikrar sebelum dikukuhkan secara resmi.

Prosesi tersebut disaksikan oleh anggota legislatif PKS serta jajaran pengurus DPW dan DPD PKS se-Sulawesi Tenggara.

Safril Haeba: Pemuda Harus Menjadi Energi Perubahan

Ketua DPW PKS Sulawesi Tenggara, Ustaz Safril Haeba, S.IP, dalam sambutan dan arahannya menyampaikan bahwa pengukuhan GEMA Keadilan tidak boleh dimaknai sekadar sebagai agenda seremonial, melainkan menjadi awal dari kerja-kerja kepemudaan yang lebih konkret.

Menurutnya, generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah masa depan daerah dan bangsa. Karena itu, GEMA Keadilan harus mampu menjadi wadah yang melahirkan anak-anak muda berkarakter, memiliki kapasitas kepemimpinan, kepedulian sosial, serta kemampuan membangun kolaborasi.

“GEMA Keadilan jangan berhenti pada struktur dan nama. Yang paling penting adalah kerja nyata. Kita ingin pemuda hadir sebagai energi perubahan, menjadi bagian dari solusi dan mengambil peran dalam pembangunan Sulawesi Tenggara,” ujar Safril.

Safril juga mengingatkan para pengurus GEMA Keadilan agar membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, komunitas, organisasi kepemudaan, dunia pendidikan, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Ia menegaskan bahwa kepemimpinan anak muda harus dibangun di atas integritas, kompetensi, dan kebermanfaatan.

“Pemuda harus berani mengambil tanggung jawab. Jangan menunggu menjadi besar untuk berbuat sesuatu. Mulailah dari lingkungan terdekat, dari daerah masing-masing, dan terus tumbuh menjadi pemimpin yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Lanar: GEMA Harus Menjadi Rumah Kolaborasi Pemuda

Sementara itu, Ketua Bidang Kepemudaan DPW PKS Sulawesi Tenggara, Lanar, S.Pd, dalam arahannya menekankan pentingnya menjadikan GEMA Keadilan sebagai rumah bersama bagi generasi muda untuk belajar, bertumbuh, dan berkolaborasi.

Menurut Lanar, tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks. Anak muda, kata dia, tidak cukup hanya memiliki semangat, tetapi juga membutuhkan kapasitas, kreativitas, kemampuan komunikasi, literasi digital, jiwa kepemimpinan, serta keberanian untuk menghadirkan solusi.

“GEMA Keadilan harus menjadi ruang tumbuh. Kita ingin setiap pemuda yang bergabung mendapatkan pengalaman, jejaring, pengetahuan, dan kesempatan untuk mengembangkan potensi dirinya. Dari sinilah kita berharap lahir pemimpin-pemimpin muda yang mampu memberikan dampak,” jelas Lanar.

Ia juga mendorong para Ketua DPD GEMA Keadilan di 17 kabupaten/kota agar tidak hanya membangun struktur organisasi, tetapi segera menyusun program yang dekat dengan kebutuhan generasi muda di daerah masing-masing.

Program di bidang kepemudaan, pendidikan, kewirausahaan, pengembangan kapasitas, sosial kemasyarakatan, kreativitas, hingga kolaborasi lintas komunitas dinilai dapat menjadi ruang strategis bagi GEMA Keadilan untuk hadir dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Kita ingin GEMA Keadilan dikenal bukan karena banyaknya struktur, tetapi karena banyaknya karya. Bukan hanya berbicara tentang pemuda, tetapi hadir bersama pemuda dan bekerja untuk masa depan pemuda,” tegasnya.

Mu’tashim: Pengukuhan Menjadi Titik Awal Perjalanan Baru

Ketua DPW GEMA Keadilan Sulawesi Tenggara, H. Muh. Mu’tashim Saifullah, S.Ars., M.PWK, menyampaikan bahwa pengukuhan para Ketua DPD se-Sulawesi Tenggara menjadi titik awal perjalanan baru GEMA Keadilan di daerah.

Ia menjelaskan, pembentukan struktur di 17 kabupaten/kota merupakan bagian dari proses konsolidasi organisasi setelah pelaksanaan Munas GEMA Keadilan di Jakarta.

“Hari ini kita tidak hanya mengukuhkan struktur, tetapi sedang memulai sebuah perjalanan baru. Kita ingin GEMA Keadilan hadir sebagai organisasi yang mampu menghubungkan potensi-potensi anak muda Sulawesi Tenggara untuk kemudian diarahkan menjadi kekuatan positif bagi daerah dan bangsa,” ujar Mu’tashim.

Mu’tashim berharap para Ketua DPD yang telah dikukuhkan segera membangun komunikasi dengan berbagai komunitas dan elemen kepemudaan di daerah masing-masing.

Menurutnya, kekuatan GEMA Keadilan terletak pada kemampuan membangun kolaborasi dan sinergi, bukan berjalan sendiri.

Tema “Pemuda Sultra Bersatu, Kolaborasi Kepemimpinan Membangun Bangsa”, lanjutnya, menjadi pesan penting bahwa masa depan Sulawesi Tenggara membutuhkan generasi muda yang mampu bersatu dalam keberagaman, membangun jejaring, dan bekerja bersama.

“Kita ingin GEMA Keadilan menjadi wadah yang terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar, berkontribusi, dan mengambil peran. Tidak ada keberhasilan besar yang dibangun sendirian. Kita membutuhkan kolaborasi dan sinergi seluruh elemen pemuda,” katanya.

Mu’tashim juga mengajak para Ketua DPD menjadikan organisasi sebagai ruang kaderisasi kepemimpinan yang mampu melahirkan generasi muda berkarakter, kompeten, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat.

Menatap Masa Depan Kepemudaan Sulawesi Tenggara

Dengan dikukuhkannya Ketua DPD GEMA Keadilan di 17 kabupaten/kota, GEMA Keadilan Sulawesi Tenggara kini memasuki fase baru penguatan organisasi dan pengembangan kepemudaan.

Setelah pengukuhan ini, struktur organisasi dan keanggotaan di masing-masing daerah akan terus dipenuhi dan diperkuat. Selanjutnya, para pengurus akan mengikuti proses pelantikan yang dijadwalkan pada waktu mendatang.

Ke depan, GEMA Keadilan diharapkan mampu menghadirkan berbagai program yang relevan dengan kebutuhan generasi muda, membangun kolaborasi lintas komunitas, serta menjadi wadah lahirnya pemimpin-pemimpin muda yang memiliki kapasitas, integritas, dan kepedulian terhadap daerah.

Pengukuhan Ketua DPD di 17 kabupaten/kota ini sekaligus menjadi langkah awal untuk menyatukan potensi generasi muda Sulawesi Tenggara dalam membangun karya, memperkuat kepemimpinan, dan memberikan kontribusi nyata bagi daerah serta bangsa. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

;