MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Wilayah Sulawesi Tenggara khususnya Buton Utara dan sekitarnya diguncang gempa tektonik berkekuatan magnitudo 4.6 pada Selasa malam, pukul 19.27 WITA.
Kepala Stasiun Geofisika Kendari, Rudin ST MGeo, menjelaskan gempa ini berpusat di darat dengan episenter berada sekitar 3 kilometer tenggara Kambowa, Buton Utara pada kedalaman 6 km.
Menurut Rudin, gempa ini merupakan gempa dangkal yang terjadi akibat aktivitas sesar aktif di wilayah tersebut. Lokasi episenter dan kedalaman hiposenter menunjukkan gempa ini disebabkan oleh pergerakan lempeng di sekitar Tenggara Kambowa.
“Guncangan gempa dilaporkan dirasakan di beberapa daerah, yaitu Buton Utara, Muna, Buton, Baubau, dan Buton Selatan. Di Buton Utara, Muna, dan Buton, guncangan terasa pada level IV MMI yang artinya dirasakan oleh banyak orang dalam rumah, beberapa di luar rumah, serta menyebabkan beberapa kerusakan ringan seperti pecahnya gerabah dan suara berderik dari jendela serta pintu,” katanya.
Sementara di Baubau dan Buton Selatan, getaran dirasakan pada level III MMI, yang terasa nyata dalam rumah seperti adanya truk yang melintas.
Hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan serius maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. BMKG juga memastikan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
BMKG terus memantau kondisi dan hingga pukul 19.47 WITA belum ditemukan aktivitas gempa susulan.
Kepada masyarakat, BMKG menghimbau agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga diminta untuk memeriksa kondisi bangunan dan menghindari masuk ke bangunan yang retak atau rusak akibat gempa demi keselamatan.
“Informasi resmi terkait gempa dapat diperoleh melalui kanal komunikasi resmi BMKG, antara lain Instagram dan Twitter @infoBMKG, situs www.bmkg.go.id, serta aplikasi resmi BMKG di ponsel,” pungkasnya. (**)












