MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka (ASR) terus mendorong peningkatan pelayanan kesehatan yang bermutu di seluruh wilayah Bumi Anoa. Salah satu fokus utamanya adalah percepatan penanggulangan penyakit menular tuberkulosis (TB).
Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sultra mencatat, hingga Mei 2024 terdapat 2.204 pasien TB, sementara sepanjang tahun 2023 mencapai 5.624 pasien. Berdasarkan laporan Global TB Report 2024 dan data Kementerian Kesehatan, Indonesia sendiri menempati peringkat kedua dunia setelah India dalam jumlah kasus TB.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Sultra, dr. Asridah Mukaddim, menjelaskan bahwa pemerintah provinsi terus berupaya menekan angka kasus TB dengan berbagai langkah strategis. Salah satunya melalui kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang selalu dibarengi dengan skrining penyakit TB.
“Seseorang dengan tuberkulosis biasanya mengalami batuk berkepanjangan lebih dari tiga minggu, disertai dahak atau darah,” ujar dr. Asridah.
Ia menambahkan, gejala umum lainnya meliputi demam ringan yang terus-menerus, berkeringat pada malam hari, hilangnya nafsu makan, penurunan berat badan, serta mudah lelah.
Masyarakat yang menunjukkan gejala tersebut diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Menurut dr. Asridah, layanan kesehatan TB di puskesmas maupun rumah sakit dijamin gratis, mulai dari skrining hingga dinyatakan sembuh, termasuk seluruh jenis pengobatan baik sensitif obat maupun resisten obat.
Pemerintah juga terus mengajak masyarakat untuk melakukan deteksi dini TB, baik melalui kegiatan CKG maupun pemeriksaan mandiri di fasilitas kesehatan terdekat.
Sebagai informasi, Gubernur ASR bersama Wakil Gubernur Hugua menetapkan empat program prioritas dalam pemerintahan mereka, yakni pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan ketahanan pangan berbasis agromaritim. Program kesehatan menjadi salah satu fokus utama dalam mewujudkan masyarakat Sultra yang sehat dan produktif. (**)












