;

Gubernur ASR Genjot Dua Proyek Jalan Strategis di Sultra, Perkuat Konektivitas Antarwilayah dan Ekonomi Daerah

Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka. (Dok. Istimewa)
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka. (Dok. Istimewa)

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka (ASR) terus mempercepat pembangunan infrastruktur jalan sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas antarwilayah dan membuka akses ekonomi baru di daerah. Pembangunan tersebut dilaksanakan melalui Program Jamaah (Jalan Mulus Antarwilayah), salah satu program unggulan Pemprov Sultra di bawah kepemimpinan ASR bersama Wakil Gubernur Hugua.

Melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDA & BM) yang dipimpin Pahri Yamsul, dua proyek jalan strategis kini tengah dikebut pengerjaannya, yakni ruas jalan Simpang Tiga Bubu–Ronta di Kabupaten Buton Utara dan ruas Poli Polia–batas Konawe Selatan di Kabupaten Kolaka Timur.

Kedua proyek ini menjadi prioritas pembangunan tahun 2025 dan diharapkan menjadi penopang utama pergerakan ekonomi di wilayah selatan dan timur Sultra.

“Progres kedua ruas ini sudah mencapai sekitar 60–70 persen. Kami targetkan tuntas paling lambat Desember 2025, bahkan kami upayakan bisa lebih cepat, akhir November sudah signifikan,” ujar Kepala Dinas SDA & Bina Marga Sultra, Pahri Yamsul, di Kendari, Rabu (12/11/2025).

Ruas Jalan Simpang Tiga Bubu–Ronta di Buton Utara

Proyek pembangunan ruas jalan Simpang Tiga Bubu–Ronta membentang sepanjang 11,9 kilometer dengan nilai kontrak sekitar Rp33,9 miliar yang dikerjakan oleh PT Wiratama Karya Nugraha.

Jalan ini menjadi jalur vital penghubung antarwilayah di Kabupaten Buton Utara yang selama ini memiliki keterbatasan akses, sehingga masyarakat harus menempuh waktu lebih lama untuk distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi harian.

“Jalan ini bukan hanya membuka akses, tapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di sekitar,” jelas Pahri.

Ruas Jalan Poli Polia–Batas Konawe Selatan di Kolaka Timur

Sementara itu, proyek ruas jalan Poli Polia–batas Konsel di Kabupaten Kolaka Timur dibangun sepanjang 10,5 kilometer dengan nilai kontrak sekitar Rp30,2 miliar. Pekerjaan dilaksanakan oleh PT Bangun Lindo Karya Lutama dengan target penyelesaian 160 hari kerja sejak kontrak ditandatangani pada pertengahan 2025.

Ruas jalan ini dinilai sangat strategis karena menjadi jalur utama penghubung dua kabupaten penghasil pertanian dan perkebunan. Selain memperlancar arus barang dan jasa, kehadiran jalan ini juga mendukung pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan.

Dorong Pemerataan Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi

Menurut Pahri Yamsul, pembangunan infrastruktur jalan merupakan bagian dari visi besar Gubernur ASR untuk mewujudkan pemerataan pembangunan hingga pelosok desa.

“Infrastruktur jalan adalah urat nadi ekonomi. Kalau aksesnya lancar, ekonomi daerah ikut bergerak. Karena itu, pembangunan seperti di Poli Polia dan Bubu–Ronta ini harus dikawal bersama,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keberlanjutan hasil pembangunan.

“Pemerintah membangun, tapi masyarakat harus ikut menjaga. Kalau jalan rusak, aktivitas ekonomi ikut terganggu,” tambahnya.

Manfaat Ekonomi dan Sosial

Setelah rampung, kedua proyek jalan strategis ini akan memberi dampak langsung bagi masyarakat di Buton Utara, Kolaka Timur, dan Konawe Selatan, antara lain: Mempercepat mobilitas masyarakat dan akses antarwilayah; Menurunkan biaya logistik dan menstabilkan harga komoditas petani; Mempermudah akses layanan pendidikan dan kesehatan serta mendorong tumbuhnya sektor pendukung seperti perdagangan, pariwisata, dan investasi lokal.

Arah Pembangunan 2026: Konektivitas Terpadu Antarwilayah

Pemprov Sultra memastikan pembangunan infrastruktur tidak berhenti di tahun 2025. Pada 2026, Dinas SDA & Bina Marga akan melanjutkan peningkatan jalan lintas kabupaten dan ruas strategis provinsi, termasuk perpanjangan jalur di wilayah perbatasan seperti Kolaka Timur–Konawe Selatan dan Simpang Tiga Bubu-Kabupaten Buton.

“Pembangunan infrastruktur ini akan terus berlanjut. Kami ingin seluruh kabupaten di Sultra benar-benar terhubung secara utuh,” tutur Pahri.

Dengan progres yang terus meningkat dan pengawasan yang diperketat, pembangunan jalan strategis di bawah kepemimpinan Gubernur ASR menjadi bukti nyata keseriusan Pemprov Sultra dalam memperkuat fondasi pembangunan berkelanjutan — dari pesisir hingga pegunungan — demi terwujudnya Sultra yang lebih maju, terkoneksi, dan merata. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

;