Daerah

Guru SMAN 1 Kendari Wakili Sultra di Forum Riset Matematika Internasional di Nepal dan Thailand

×

Guru SMAN 1 Kendari Wakili Sultra di Forum Riset Matematika Internasional di Nepal dan Thailand

Sebarkan artikel ini
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra, Prof. Aris Badara (tengah), bersama Kepala SMA Negeri 1 Kendari, Ruslan, S.Pd., M.Si. (kiri), dan Guru Matematika SMA Negeri 1 Kendari, Zulfaidil (kanan). (FOTO: FAYSAL/MS)
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra, Prof. Aris Badara (tengah), bersama Kepala SMA Negeri 1 Kendari, Ruslan, S.Pd., M.Si. (kiri), dan Guru Matematika SMA Negeri 1 Kendari, Zulfaidil (kanan). (FOTO: FAYSAL/MS)

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan Sulawesi Tenggara. Guru Matematika SMA Negeri 1 Kendari, Zulfaidil, berhasil mewakili Sultra dalam dua forum riset matematika bertaraf internasional yang digelar di Nepal dan Thailand pada Mei hingga Juni 2026.

Zulfaidil akan mengikuti kegiatan CIMPA School Transport Phenomena and Nonlinear Waves: Analytical, Numerical and Data-Driven Approaches di Kirtipur, Nepal, pada 15-28 Mei 2026. Selanjutnya, ia akan melanjutkan partisipasinya pada CIMPA School Workshop Collaboratif “From Theory to Practice: Innovative Mathematical Research in the Real World” di Nakhon Pathom, Thailand, pada 1-12 Juni 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra, Prof. Aris Badara, menyebut pencapaian tersebut sebagai fenomena baru sekaligus kebanggaan bagi dunia pendidikan Sulawesi Tenggara.

“Ini fenomena yang baru sekaligus unik. Ada salah satu tenaga pendidik kita yang sudah bereputasi internasional karena bisa berkegiatan di luar negeri dan bergabung dalam organisasi profesi bertaraf internasional. Tentu ini menjadi kebanggaan,” ujarnya saat diwawancarai diruang kerjanya, Selasa (12/5/2026).

Ia menegaskan pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap keberangkatan Zulfaidil dan berharap pencapaian tersebut dapat memotivasi guru-guru lainnya untuk terus meningkatkan kualitas diri dan pembelajaran di sekolah.

“Kita berharap ini menjadi budaya baru dan tradisi baru di dunia persekolahan kita. Setelah pulang nanti, kami berharap ada kegiatan-kegiatan yang bisa memberikan dampak lebih besar bagi guru dan siswa lainnya,” tambahnya.

Prof. Aris juga mengapresiasi pihak SMA Negeri 1 Kendari yang dinilai memberikan ruang bagi para guru untuk berkembang hingga ke level internasional.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Kendari, Ruslan, S.Pd., M.Si., mengatakan pihak sekolah mendukung penuh keikutsertaan Zulfaidil dalam kegiatan riset matematika internasional tersebut.

“Kami tentu memberikan dukungan penuh kepada Pak Zulfaidil untuk berangkat ke Nepal dan Thailand dalam rangka kegiatan riset matematika murni dan terapan,” katanya.

Menurutnya, pihak sekolah terus memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada guru untuk mengembangkan kompetensi diri, baik dalam peningkatan kualitas pembelajaran maupun pengembangan keilmuan.

Di kesempatan yang sama, Zulfaidil menjelaskan bahwa dirinya lolos mengikuti program internasional tersebut melalui proses seleksi ketat. Ia harus mengirimkan esai dan proposal riset kepada pihak penyelenggara melalui situs resmi sebelum akhirnya dinyatakan diterima.

“Kami mengirimkan esai dan proposal riset, kemudian menunggu proses verifikasi beberapa bulan hingga keluar letter of acceptance. Kebetulan saya mendapatkan full funding atau pendanaan 100 persen,” jelasnya.

Ia menerangkan, kegiatan di Nepal akan berfokus pada pembelajaran dan riset matematika terkait fenomena fluida serta pemodelan gelombang air menggunakan pendekatan matematika.

“Kami akan belajar dari pagi sampai sore mengenai riset matematika, khususnya pemodelan gelombang air untuk memprediksi tinggi gelombang menggunakan matematika,” ungkapnya.

Setelah itu, riset akan dilanjutkan di Thailand dengan fokus yang lebih spesifik pada penelitian gelombang akibat longsoran bawah laut.

“Kalau di Thailand lebih spesifik lagi, saya akan meneliti gelombang akibat longsoran bawah laut,” katanya.

Zulfaidil dijadwalkan berangkat ke Jakarta pada Rabu (13/5/2026), sebelum melanjutkan perjalanan ke Nepal pada 14 Mei 2026. Usai kegiatan di Nepal, ia akan langsung bertolak ke Thailand pada 31 Mei 2026.

Untuk kegiatan di Nepal, Zulfaidil menjadi salah satu dari dua peserta asal Indonesia. Sedangkan pada kegiatan di Thailand, Indonesia akan diwakili sekitar 10 peserta yang sebagian besar berasal dari Institut Teknologi Bandung (ITB). (sal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!