Daerah

Hadiri Sidang Sinode XIX Gepsultra, Wawali Kendari Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan dan Toleransi

×

Hadiri Sidang Sinode XIX Gepsultra, Wawali Kendari Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan dan Toleransi

Sebarkan artikel ini

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, menghadiri pembukaan Sidang Majelis Sinode XIX Gereja Protestan Sulawesi Tenggara (Gepsultra) Tahun 2026 yang digelar di salah satu hotel di Kota Kendari, Selasa (28/7/2026).

Sidang Sinode XIX Gepsultra mengusung tema, “Hiduplah sebagai Terang yang Membuahkan Keadilan, Perdamaian, dan Keutuhan Ciptaan” (Efesus 5:8b-9). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Gepsultra untuk mengevaluasi pelayanan gereja, menetapkan kebijakan strategis organisasi, serta menyusun program kerja untuk periode mendatang.

Pembukaan sidang berlangsung khidmat dan dihadiri para pendeta, majelis gereja, tokoh agama, unsur pemerintah, serta sekitar 450 peserta utusan dari berbagai jemaat dan klasis Gepsultra se-Sulawesi Tenggara.

Kehadiran Wakil Wali Kota Kendari menjadi wujud komitmen Pemerintah Kota Kendari dalam mendukung berbagai kegiatan keagamaan yang bertujuan memperkuat persatuan, kerukunan, dan keharmonisan di tengah masyarakat.

Mewakili Gubernur Sulawesi Tenggara, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sultra, Dr. Drs. Rony Yakob, M.Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Sinode Gepsultra atas terselenggaranya Sidang Majelis Sinode XIX.

Menurutnya, forum persidangan gereja tidak hanya menjadi ruang pengambilan keputusan organisasi, tetapi juga wadah mempererat persaudaraan antarumat serta memperkuat semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Pemerintah senantiasa membuka ruang kolaborasi dengan seluruh organisasi keagamaan dalam mewujudkan pembangunan yang berlandaskan nilai-nilai persatuan, toleransi, dan saling menghormati,” ujarnya.

Rony menegaskan bahwa Sulawesi Tenggara, khususnya Kota Kendari, dibangun di atas keberagaman suku, agama, budaya, dan adat istiadat yang harus terus dijaga sebagai kekuatan bersama.

“Melalui Sidang Majelis Sinode XIX Gepsultra ini, saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat toleransi, menjaga persaudaraan, dan membangun kebersamaan demi menciptakan daerah yang aman, damai, serta sejahtera,” katanya.

Ia berharap seluruh rangkaian persidangan dapat berlangsung lancar serta menghasilkan keputusan-keputusan terbaik yang memberikan manfaat bagi perkembangan pelayanan Gepsultra di Sulawesi Tenggara.

Menurutnya, nilai-nilai keagamaan memiliki peran strategis dalam membangun karakter masyarakat yang menjunjung tinggi kedamaian, kejujuran, kepedulian, dan semangat gotong royong. Sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan juga menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus mendukung percepatan pembangunan daerah.

Sementara itu, Ketua BPM Sinode Gepsultra, Pdt. Marthen Sambira, M.Th., menjelaskan bahwa Sidang Majelis Sinode XIX merupakan agenda konstitusional yang dilaksanakan secara berkala sebagai forum tertinggi dalam pengambilan keputusan organisasi gereja.

Ia mengatakan, berbagai agenda strategis akan dibahas selama persidangan, mulai dari evaluasi program pelayanan, pembahasan kebijakan organisasi, hingga penyusunan arah pelayanan gereja untuk periode selanjutnya.

Marthen mengajak seluruh peserta sidang untuk mengikuti setiap tahapan persidangan dengan penuh tanggung jawab, mengedepankan semangat persaudaraan, serta mengutamakan kepentingan pelayanan bagi seluruh jemaat.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kendari atas dukungan yang diberikan sehingga pelaksanaan Sidang Majelis Sinode XIX Gepsultra dapat berlangsung dengan baik.

Melalui forum yang diikuti sekitar 450 peserta tersebut, diharapkan lahir berbagai keputusan strategis yang mampu memperkuat pelayanan gereja, meningkatkan kualitas pembinaan umat, serta menjawab berbagai tantangan pelayanan di masa mendatang. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!