MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Dalam upaya mendukung visi Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka, Dinas Perkebunan dan Hortikultura (Disbunhorti) Sultra terus memperkuat percepatan hilirisasi guna membangkitkan sektor perkebunan dan hortikultura di daerah tersebut.
Kepala Disbunhorti Sultra, LM Rusdin Jaya, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mendapat dukungan dari Kementerian Pertanian untuk melaksanakan program hilirisasi selama tiga tahun ke depan, yakni 2025–2027. Fokus utama program ini adalah penguatan sektor hulu, terutama dalam meningkatkan produksi dan produktivitas komoditas unggulan yang akan didorong menuju hilirisasi.
“Alhamdulillah, berdasarkan rencana target pencapaian visi-misi Bapak Gubernur Andi Sumangerukka, tahun ini kami telah mendapat alokasi kegiatan dari Kementerian Pertanian untuk hilirisasi. Tahun 2025, 2026, dan 2027 akan menjadi momentum penguatan sektor hulu, khususnya produksi dan produktivitas tanaman unggulan,” ujar Rusdin saat diwawancarai di ruang kerjanya.
Pada tahun 2025, Disbunhorti Sultra mendapat alokasi pengembangan dua komoditas strategis, yakni kakao dan pala, dengan total luas lahan mencapai 1.800 hektare. Untuk komoditas kakao, pengembangannya tersebar di lima kabupaten: Kolaka Utara (300 hektare), Kolaka Timur (300 hektare), Konawe Selatan (200 hektare), Bombana (200 hektare), dan Konawe Utara (800 hektare).

Sementara itu, pengembangan pala dialokasikan di dua daerah potensial, yaitu Kolaka Utara (300 hektare) dan Buton (200 hektare).
“Saat ini proses pendistribusian benih, pupuk, dan bahan pendukung sedang berjalan. Insya Allah seluruhnya akan tersalurkan ke kelompok tani sebelum akhir tahun ini,” jelas Rusdin.
Ia menambahkan, pada tahun-tahun berikutnya pemerintah provinsi akan terus memperkuat sektor hulu dengan program serupa untuk berbagai komoditas lain. Selain kakao dan pala, komoditas unggulan yang menjadi fokus hilirisasi meliputi kelapa, mete, dan tebu.
“Mulai 2025 hingga 2028, pembangunan pabrik-pabrik pengolahan juga akan kita dorong melalui kerja sama dengan Kementerian Pertanian dan dukungan kebijakan Bapak Gubernur,” tambahnya.
Terkait hasil produksi perkebunan, Rusdin menyebutkan bahwa data terbaru akan dirilis pada Desember 2025 setelah proses verifikasi statistik rampung.
“Seluruh anggaran kegiatan ini bersumber dari Kementerian Pertanian. Tugas kami di provinsi adalah mengawal dan memastikan seluruh bantuan sampai tepat sasaran kepada kelompok tani,” pungkasnya.
Langkah percepatan hilirisasi ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk perkebunan serta mendorong kebangkitan ekonomi berbasis komoditas unggulan di Sulawesi Tenggara. (Adv)












