;

IKT Hadir di Konsel, Barantin Genjot Ekspor Komoditas Unggulan Daerah

MEDIATAMASULTRA.COM, KONAWE SELATAN – Badan Karantina Indonesia (Barantin) terus mendorong akselerasi ekspor komoditas unggulan daerah melalui penguatan layanan karantina. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah penetapan Instalasi Karantina Tumbuhan (IKT) di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, pada Senin (6/4/2026).

Direktur Standar Karantina Tumbuhan Barantin, A.M. Adnan, menjelaskan bahwa penetapan IKT merupakan bentuk kesiapan daerah dalam menembus pasar internasional. Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke sejumlah perusahaan di Konawe Selatan.

“Penetapan instalasi karantina dapat mempercepat proses sertifikasi sekaligus menjamin pemenuhan persyaratan phytosanitary,” ujar Adnan.

Kunjungan dan penilaian IKT dilakukan di dua perusahaan, yakni PT SAI dan PT ACM. Berdasarkan data Best Trust periode Januari hingga April 2026, PT SAI telah melakukan lalu lintas komoditas sebanyak enam kali, dengan total volume kopra mencapai 452 ton dan tepung kelapa sebesar 116 ton. Perusahaan ini juga tengah bersiap melakukan ekspor perdana minyak kelapa ke Malaysia sebanyak 21 ton.

Sementara itu, PT ACM sedang mempersiapkan ekspor tepung tapioka ke China.

Adnan menegaskan, keberadaan IKT akan mempercepat proses pemeriksaan dan sertifikasi tanpa mengabaikan aspek keamanan pangan. Hal ini penting agar produk ekspor Indonesia dapat diterima di negara tujuan sekaligus menjaga kepercayaan pasar global.

“Dengan adanya Instalasi Karantina Tumbuhan, proses pemeriksaan dan sertifikasi dapat dilakukan lebih cepat, namun tetap menjamin keamanan pangan sehingga produk yang diekspor dapat diterima tanpa hambatan di negara tujuan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, tim Barantin juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan fasilitas serta sistem pengawasan karantina di masing-masing perusahaan.

Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Tenggara (Karantina Sultra), A. Azhar, menegaskan pihaknya siap mendukung kelancaran ekspor komoditas daerah melalui pendampingan teknis.

“Kami siap memberikan pendampingan teknis serta memastikan seluruh proses karantina berjalan cepat, tepat, dan sesuai standar. Ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung peningkatan ekspor dari Sulawesi Tenggara,” ujarnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

;