MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulawesi Tenggara (Sultra), Muhammad Lalan Jaya, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan penawaran umrah berbiaya murah yang berpotensi merugikan calon jemaah.
Menurutnya, warga harus lebih teliti dan memastikan kredibilitas penyelenggara perjalanan sebelum melakukan pendaftaran maupun pembayaran.
“Dengan banyaknya travel di Sultra, gunakan yang resmi. Pastikan terlebih dahulu apakah statusnya legal atau tidak,” ujar Muhammad Lalan saat ditemui di kantornya, Senin (23/2/2026).
Ia menegaskan, langkah pertama yang wajib dilakukan calon jemaah adalah memeriksa legalitas biro perjalanan, termasuk memastikan izin operasionalnya masih aktif.
Pasalnya, terdapat sejumlah biro yang pernah mengantongi izin, namun masa berlakunya telah habis dan belum diperpanjang. Selain legalitas, kepastian tiket penerbangan juga harus diperhatikan.
Lalan menjelaskan, dalam ketentuan perjalanan umrah, maskapai tidak boleh sering berganti dan maksimal hanya diperbolehkan satu kali transit.
Tak kalah penting, calon jemaah diminta mengecek kepastian hotel atau akomodasi yang akan digunakan selama berada di Arab Saudi. Akomodasi tersebut harus resmi serta memperoleh rekomendasi dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.
“Bukan hanya tiket, kepastian hotel juga wajib diperiksa. Jika tiket dan hotel sudah valid, barulah proses pengurusan visa bisa dilakukan,” jelasnya.
Karena itu, masyarakat diimbau menelusuri seluruh kelengkapan perjalanan secara menyeluruh sebelum menyerahkan biaya umrah.
Lalan juga menyarankan agar warga memilih travel yang berdomisili di Sultra guna memudahkan koordinasi apabila terjadi kendala. Kejelasan alamat kantor dinilai penting untuk mempermudah pengawasan maupun penyelesaian masalah.
Di sisi lain, ia mengingatkan agen atau cabang travel agar tidak memberangkatkan jemaah tanpa status resmi. Jika hanya berstatus perwakilan, legalitas cabang harus jelas sehingga kantor pusat penyelenggara dapat dimintai pertanggungjawaban apabila terjadi persoalan.
“Yang sangat saya sayangkan, kenapa tidak diantisipasi sejak awal. Kalau belum resmi, jangan mencoba memberangkatkan jemaah,” tegasnya. (sal)












