Daerah

Minat Masyarakat Tinggi, BULOG Sultra Lampaui 100% Target Penyaluran SPHP

×

Minat Masyarakat Tinggi, BULOG Sultra Lampaui 100% Target Penyaluran SPHP

Sebarkan artikel ini
Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) merealisasikan penyaluran beras program SPHP kepada masyarakat sebagai upaya menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga beras di wilayah Sultra. (Dok. Istimewa)
Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) merealisasikan penyaluran beras program SPHP kepada masyarakat sebagai upaya menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga beras di wilayah Sultra. (Dok. Istimewa)

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Tingginya minat masyarakat terhadap beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) mendorong Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) melampaui target penyaluran yang telah ditetapkan. Hingga 14 Juli 2026, realisasi penyaluran beras SPHP tercatat mencapai 16.215.927 kilogram atau 100 persen dari target alokasi.

Berdasarkan data Dashboard SPHP Beras Periode Maret–Desember 2026, pada 14 Juli 2026 saja Bulog Sultra menyalurkan sebanyak 63.540 kilogram beras SPHP. Capaian tersebut menempatkan Sulawesi Tenggara sebagai salah satu daerah dengan realisasi penyaluran SPHP tertinggi secara nasional.

Kepala Perum Bulog Kanwil Sultra, Erdi Baskoro, mengatakan penyaluran beras SPHP terus dioptimalkan untuk menjaga stabilitas harga beras di pasaran sekaligus memastikan ketersediaan stok bagi masyarakat.

“Realisasi penyaluran beras SPHP di Sultra saat ini telah mencapai 100 persen dari target yang ditetapkan. Kami terus memastikan distribusi berjalan lancar agar masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga yang terjangkau,” ujar Erdi Baskoro.

Menurutnya, tingginya capaian tersebut tidak terlepas dari meningkatnya minat masyarakat terhadap beras SPHP. Program pemerintah ini dinilai sangat membantu karena menyediakan beras berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

“Antusiasme masyarakat terus meningkat. Hal ini menunjukkan program SPHP benar-benar dibutuhkan sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus menstabilkan harga beras,” tambahnya.

Erdi menjelaskan, penyaluran beras SPHP dilakukan melalui berbagai saluran distribusi, antara lain Gerakan Pangan Murah (GPM), pengecer di pasar rakyat, Rumah Pangan Kita (RPK), serta berbagai outlet pangan binaan pemerintah daerah. Skema tersebut diterapkan agar akses masyarakat terhadap beras SPHP semakin mudah, luas, dan merata.

Sementara itu, secara nasional realisasi penyaluran beras SPHP hingga periode yang sama telah mencapai 469.574.850 kilogram.

Bulog berharap percepatan penyaluran beras SPHP dapat terus menjaga stabilitas harga beras di pasar, memenuhi kebutuhan masyarakat, serta mendukung pengendalian inflasi pangan di daerah. Seiring tingginya minat masyarakat terhadap program ini, Bulog juga berkomitmen memastikan distribusi beras SPHP tetap berjalan tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!