BerandaDaerah

Peluang Kerja Meningkat, Sultra Catat Pengangguran Terendah ke-7 di Indonesia

×

Peluang Kerja Meningkat, Sultra Catat Pengangguran Terendah ke-7 di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka. (Dok. Biro Adpim Sultra)
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka. (Dok. Biro Adpim Sultra)

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil menempati peringkat ke-7 nasional sebagai daerah dengan tingkat pengangguran terendah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sultra pada Agustus 2025 tercatat sebesar 3,31 persen, atau sekitar 247 ribu orang dari total penduduk usia kerja.

Enam provinsi dengan TPT lebih rendah dari Sultra yakni Bali (1,49 persen), Papua Pegunungan (1,68 persen), Sulawesi Barat (2,86 persen), Sulawesi Tengah (2,92 persen), Nusa Tenggara Barat (3,06 persen), dan Nusa Tenggara Timur (3,31 persen).

Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka (ASR), menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan peningkatan peluang kerja di Sultra. Menurutnya, semakin terbukanya lapangan pekerjaan berdampak langsung pada turunnya angka pengangguran serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

“Dengan meningkatnya serapan kerja, daya beli masyarakat akan ikut naik dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi di Sultra,” ujar Andi Sumangerukka usai Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Sultra 2025 di Kantor Gubernur Sultra, Selasa (25/11/2025).

Pengamat Ekonomi Sultra, Syamsir Nur, menyebutkan bahwa lima sektor berkontribusi besar terhadap pencapaian tersebut, yakni pertanian, pertambangan, industri pengolahan, perdagangan besar, dan konstruksi. Dari kelima sektor itu, pertanian menjadi penyerap tenaga kerja terbesar meskipun sempat mengalami penurunan.

Ia menambahkan, rendahnya pengangguran tidak hanya ditentukan oleh jumlah tenaga kerja terserap. Pendapatan pekerja, khususnya di sektor pertanian, masih fluktuatif sehingga daya beli belum sepenuhnya kuat. Selain itu, tingkat pengangguran di wilayah perkotaan masih lebih tinggi dibanding pedesaan karena perbedaan karakteristik peluang kerja.

“Program Samudra dan bantuan usaha dari Gubernur Andi Sumangerukka dapat menjadi solusi untuk memperluas peluang kerja, terutama bagi lulusan SMP ke bawah yang kesulitan masuk ke pasar kerja formal,” jelas Syamsir.

Sebagai informasi, jumlah penduduk usia kerja di Sultra mencapai 2,07 juta orang. Dari jumlah tersebut, angkatan kerja sebanyak 1,48 juta orang, terdiri dari 1,43 juta orang telah bekerja dan 49,16 ribu orang masih menganggur. (sal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!