BerandaDaerah

Pembangunan Talud Program ASR Selamatkan Sekolah dan 100 Rumah dari Ancaman Abrasi di Busel

×

Pembangunan Talud Program ASR Selamatkan Sekolah dan 100 Rumah dari Ancaman Abrasi di Busel

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka (ASR). (Dok. Istimewa)
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka (ASR). (Dok. Istimewa)

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Upaya penyelamatan fasilitas sekolah dan lebih dari 100 rumah warga di Buton Selatan (Busel) terus dimaksimalkan melalui pembangunan talud yang menjadi salah satu program prioritas Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka (ASR) di sektor infrastruktur.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Bina Marga membangun talud di dua desa di Kecamatan Siompu, yakni Desa Karae dan Desa Wawoangi.

Kepala Dinas SDA dan Bina Marga Sultra, Pahri Yamsul, menjelaskan bahwa pembangunan talud tersebut bertujuan menahan abrasi dan longsor, melindungi pemukiman penduduk, sekaligus menjaga fasilitas pendidikan seperti SMAN 4 Sampolawa.

“Progresnya sudah 90 persen, tinggal tahap penyempurnaan,” ungkapnya saat ditemui di Kendari, Selasa (11/11/2025).

Tahap penyempurnaan tersebut termasuk uji coba konstruksi untuk melihat ketahanan talud setelah diterpa ombak. Meski belum dibangun secara menyeluruh, pembangunan difokuskan pada titik yang paling membutuhkan perlindungan.

Saat ini, talud yang dibangun baru mencapai lebih dari 30 meter, sementara sekitar 50 meter sisanya masih menunggu penyelesaian. Sesuai arahan Gubernur ASR, Pahri menegaskan bahwa pembangunan akan dilanjutkan pada 2026.

Pembangunan terbesar berada di Desa Wawoangi, yang difokuskan untuk melindungi gedung SMAN 4 Sampolawa. Talud ini dirancang setinggi 12 meter dengan panjang sekitar 80 meter. Sedangkan di Desa Karae, talud dibangun untuk melindungi lebih dari 100 rumah warga dari ancaman abrasi. Sebelum dibangun talud, masyarakat setempat bahkan disebut sudah bersiap untuk pindah.

“Alhamdulillah saat kami berkunjung, masyarakat sangat bersyukur atas perhatian Bapak Gubernur ASR. Berkat pembangunan talud ini, mereka tidak jadi pindah,” ujar Pahri.

Proyek pembangunan ini bersumber dari APBD Sultra dengan anggaran lebih dari Rp3 miliar untuk talud di Desa Wawoangi, dan sekitar Rp800 juta untuk Desa Karae. Pembangunan talud di Karae juga merupakan tahap lanjutan setelah pada 2024 Pemprov Sultra mengalokasikan 260 meter talud di lokasi yang sama. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!