MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari terus menggenjot implementasi Program Kelurahan Siaga Tuberkulosis (TBC) sebagai bagian dari percepatan Program Kendari Tuntas TBC. Upaya tersebut ditandai dengan pelaksanaan Sosialisasi Implementasi Kelurahan Siaga TBC yang dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Amir Hasan, S.T.P., S.H., M.Si., didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, Hj. Hasria, SKM., M.AP., di Aula Samaturu Balai Kota Kendari, Jumat (24/7/2026).
Dalam sambutannya, Amir Hasan menegaskan bahwa pembentukan Kelurahan Siaga TBC tidak boleh berhenti pada aspek seremonial maupun pembentukan struktur formal semata, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
“Hari ini kita memasuki tahap yang sangat krusial, yaitu pelaksanaan dan pembuktian di lapangan. Kelurahan Siaga TBC harus berdampak langsung pada peningkatan penemuan kasus, pengobatan pasien hingga sembuh, pencegahan penularan, serta pelibatan aktif masyarakat,” tegasnya.
Menurut Amir Hasan, keberhasilan penanganan TBC tidak dapat dibebankan hanya kepada sektor kesehatan. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan lurah, camat, organisasi perangkat daerah (OPD), fasilitas pelayanan kesehatan, kader kesehatan, hingga seluruh elemen masyarakat.
Ia menekankan bahwa setiap lokus Kelurahan Siaga TBC harus memiliki target yang jelas, terukur, dan dapat dievaluasi secara berkala.
“Setiap lokus Kelurahan Siaga TBC wajib memiliki target yang jelas dan terukur. Lurah sebagai pemimpin wilayah harus menjadi penggerak utama dengan merangkul potensi lokal, mulai dari RT/RW, kader kesehatan, tokoh masyarakat hingga organisasi kemasyarakatan, tanpa menyerahkan seluruh beban penanganan kepada Puskesmas,” ujarnya.
Selain itu, Amir Hasan mengingatkan seluruh jajaran Pemkot Kendari untuk mengubah orientasi kerja dari sekadar berbasis kegiatan menjadi berorientasi pada hasil dan dampak nyata bagi masyarakat.
“Ukuran keberhasilan Program Kendari Tuntas TBC sangat sederhana, yaitu semakin banyak kasus yang ditemukan dan disembuhkan, angka penularan terus menurun, serta stigma negatif terhadap penderita TBC dapat dihilangkan,” katanya.
Untuk mencapai target tersebut, Pemkot Kendari mendorong seluruh lokus Kelurahan Siaga TBC agar lebih aktif melakukan skrining terhadap masyarakat berisiko dan pelacakan kontak erat pasien TBC. Upaya tersebut akan didukung dengan pengawasan intensif dari Puskesmas serta evaluasi berkala oleh Dinas Kesehatan Kota Kendari.
Sosialisasi ini dihadiri oleh lurah se-Kota Kendari, kepala UPTD Puskesmas se-Kota Kendari, perwakilan SR dan IU Penabulu Kemitraan TBC, penanggung jawab klinik dan dokter Lapas Kelas IIA Kendari serta Lapas Perempuan Kelas IIA Kendari, beserta para kader kesehatan.
Melalui sinergi lintas sektor tersebut, Pemkot Kendari optimistis Program Kendari Tuntas TBC dapat berjalan lebih efektif, mampu mengikis stigma terhadap penderita TBC, sekaligus mewujudkan masyarakat Kota Kendari yang lebih sehat dan bebas dari tuberkulosis. (red)












