;

Pemprov Sultra Gerak Cepat Atasi Abrasi di Karae dan Longsor di SMA 4 Sampolawa, Warga Ucapkan Terima Kasih

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) bergerak cepat menangani abrasi pantai di Desa Karae, Kecamatan Siompu, serta longsor yang mengancam gedung SMA Negeri 4 Sampolawa di Desa Wawoangi, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan.

Langkah cepat ini dilakukan di bawah arahan Gubernur Sultra Andi Sumangerukka, Wakil Gubernur Hugua, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Asrun Lio, melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Bina Marga Sultra.

Kepala Dinas SDA dan Bina Marga Sultra, Pahri Yamsul, menjelaskan ada dua kegiatan utama di Buton Selatan, yakni pembangunan talut penahan abrasi pantai di Desa Karae serta pembangunan talut di sekitar SMA Negeri 4 Sampolawa.

“Derasnya abrasi pantai di Karae sempat membuat banyak warga berencana pindah rumah. Namun setelah talut dikerjakan, masyarakat merasa tenang karena rumah mereka aman dari ancaman ombak,” jelas Pahri saat diwawancarai awak media, Rabu (1/10/2025).

Sementara di Sampolawa, longsor akibat abrasi sempat mengancam enam gedung SMA 4 Sampolawa.

“Kondisinya sangat berbahaya karena tebing di sana memiliki ketinggian 12 meter. Kami langsung menangani, meski masih dibutuhkan tambahan sekitar 50 meter talut dengan anggaran Rp2–3 miliar,” ungkapnya.

Hal serupa juga berlaku di Karae, yang masih membutuhkan tambahan anggaran sekitar Rp2–3 miliar untuk penanganan abrasi secara menyeluruh.

Kepala Desa Karae, Rahim, menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Sultra atas perhatian dan bantuan yang membuat warga kembali merasa aman.

“Semoga panjang umur kepada Bapak Gubernur,” ujarnya.

Senada, salah satu warga Desa Karae, Hasan, juga bersyukur karena pembangunan talut membuat masyarakat tidak lagi harus pindah.

Sementara itu, Kepala Desa Wawoangi, Laode Abdul Halim, menyampaikan apresiasinya kepada Gubernur, Wakil Gubernur, serta Dinas SDA Bina Marga Sultra yang telah mengalokasikan anggaran besar untuk pembangunan talut di SMA 4 Sampolawa. Ia berharap agar tahun 2026 mendatang pembangunan tambahan talut bisa dilanjutkan. (sal)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

;