MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sumangerukka terus memperkuat subsektor perkebunan. Melalui Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra, sepanjang tahun 2025 telah didistribusikan sekitar 1,2 juta benih tanaman perkebunan serta puluhan ton pupuk kepada petani. Pada tahun 2026 ini, jumlah bantuan benih ditargetkan meningkat menjadi lebih 2 juta benih.
Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra, Dr. LM Rusdin Jaya, mengatakan program tersebut merupakan langkah strategis untuk mendorong peningkatan produksi sekaligus kesejahteraan petani, khususnya pada komoditas kakao.
Menurutnya, jika melihat prospek empat hingga lima tahun ke depan, satu hektare kebun kakao dengan perawatan intensif berpotensi menghasilkan 1,8 hingga 2,2 ton biji kakao kering per tahun. Dengan asumsi harga jual kakao kering mencapai Rp140.000 per kilogram, potensi pendapatan kotor petani bisa mencapai Rp220 juta hingga lebih dari Rp250 juta per hektare per tahun.
“Artinya, jika pengembangan dilakukan pada lahan seluas 1.000 hektare, estimasi nilai ekonomi yang dapat dihasilkan bisa menembus sekitar Rp250 miliar per tahun,” ujarnya kepada media ini, Sabtu (7/2/2025).
Ia menjelaskan, rata-rata produksi kakao berada pada kisaran 1–2 kilogram biji kering per pohon per tahun. Dalam satu hektare lahan yang ditanami sekitar 900–1.000 pohon, hasil panen dapat mencapai 1,8–2,2 ton. Bahkan, jika produksi mencapai 2,2 ton atau 2.200 kilogram, potensi pendapatan kotor bisa menyentuh Rp308 juta per hektare dengan harga pasar saat ini.
Meski demikian, Rusdin menegaskan keberhasilan produksi sangat dipengaruhi sejumlah faktor, seperti kualitas bibit, pola perawatan, pemupukan, serta pengendalian hama dan penyakit. Tanaman kakao sendiri mulai berbuah pada usia 3–4 tahun.
Ia juga mengingatkan bahwa angka pendapatan tersebut masih bersifat kotor dan belum dikurangi biaya operasional, seperti pupuk, tenaga kerja, dan pestisida, yang umumnya berkisar 20–30 persen dari total pendapatan, tergantung manajemen kebun.
Selain kakao, Pemprov Sultra pada 2025 juga menyalurkan bantuan benih untuk komoditas pala dan lada. Pemerintah daerah optimistis komitmen Gubernur dalam mendorong hilirisasi subsektor perkebunan akan terwujud.
“Pada 2026, Bapak Gubernur tetap konsisten dengan target pembagian lebih dari 2 juta benih perkebunan bagi kelompok tani se-Sultra, dengan tambahan komoditas potensial seperti kelapa dan mete,” tutupnya. (sal)












