BerandaDaerah

Peningkatan Kompetensi, Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra Gelar Bimtek untuk Penyuluh PPPK

×

Peningkatan Kompetensi, Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra Gelar Bimtek untuk Penyuluh PPPK

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra, Dr. LM. Rusdin Jaya saat memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Bimtek Peningkatan Kompetensi bagi PPPK bertempat di Hotel Zahra Kendari, Selasa (17/6).
Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra, Dr. LM. Rusdin Jaya saat memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Bimtek Peningkatan Kompetensi bagi PPPK bertempat di Hotel Zahra Kendari, Selasa (17/6).

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Perkebunan dan Hortikultura menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi bagi Penyuluh Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Kegiatan ini berlangsung di Hotel Zahra Kendari pada Selasa (17/6) dan diikuti oleh para penyuluh lingkup Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra. Para pelatih berasal dari Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian.

Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra, Dr. LM. Rusdin Jaya, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran penyuluh sebagai ujung tombak pembangunan sektor pertanian, khususnya di bidang perkebunan dan hortikultura.

“Profesi penyuluh adalah salah satu pilar penting. Di pundak para penyuluhlah transformasi pengetahuan ke praktik, dari kebijakan ke implementasi, dan dari potensi menjadi prestasi petani bergantung,” ujar Rusdin Jaya.

Ia juga menggarisbawahi bahwa di era saat ini, penyuluhan tak bisa lagi dipandang sebagai rutinitas semata. Tantangan sektor pertanian semakin kompleks, mulai dari dampak perubahan iklim, fluktuasi pasar, lambatnya regenerasi petani, hingga terbatasnya akses terhadap teknologi.

“Penyuluh harus mampu menjadi katalis perubahan dan agen solusi,” tegasnya.

Rusdin Jaya juga menyampaikan perubahan status para penyuluh yang kini menjadi bagian dari sistem pemerintahan sebagai PPPK. Hal ini menurutnya merupakan bentuk pengakuan negara atas kontribusi para penyuluh, namun sekaligus membawa tanggung jawab baru untuk menunjukkan profesionalisme dan peningkatan kinerja.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pemerintah pusat saat ini tengah menggulirkan wacana integrasi kelembagaan penyuluhan ke kementerian, yang jika terealisasi, akan mengubah peran dan koordinasi pemerintah daerah.

Meski demikian, ia menekankan bahwa peran esensial penyuluh tetap sama, yaitu hadir di tengah masyarakat tani sebagai penggerak perubahan dan penjaga keberlanjutan pertanian.

Bimtek ini, menurutnya, bukan hanya pelatihan formal, melainkan sarana penting untuk meningkatkan kemampuan penyuluh dalam menguasai teknologi informasi, memahami kebijakan terkini, memfasilitasi kelompok tani, membangun jejaring kemitraan, serta menjadi inspirator dan teladan di lapangan.

“Gunakan forum ini sebagai ruang belajar aktif. Jangan hanya mendengar, tapi aktif bertanya dan berbagi solusi,” pesannya kepada para peserta.

Di akhir sambutannya, Rusdin Jaya menyampaikan harapannya agar penyuluh PPPK dapat menjadi sosok yang dirindukan oleh petani, bukan ditakuti, serta mampu membangun kepercayaan dan solidaritas sosial yang kuat di tengah komunitas tani.

Acara Bimtek ini resmi dibuka dengan harapan dapat memperkuat peran penyuluh PPPK dalam mendukung ketahanan dan kemajuan sektor perkebunan dan hortikultura di Sulawesi Tenggara. (FA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!