Daerah

Peringati Hari Peduli Autis 2026, UPTD PSBK Dikbud Sultra Gelar Lomba Mewarnai dan Menggambar untuk 100 Anak TK/RA

×

Peringati Hari Peduli Autis 2026, UPTD PSBK Dikbud Sultra Gelar Lomba Mewarnai dan Menggambar untuk 100 Anak TK/RA

Sebarkan artikel ini
Foto bersama peserta lomba mewarnai dan menggambar yang diikuti 100 anak Taman Kanak-Kanak (TK) dan Raudhatul Athfal (RA) se-Kota Kendari dalam rangka peringatan Hari Peduli Autis Sedunia 2026 yang diselenggarakan UPTD Penanganan Siswa Berkebutuhan Khusus (PSBK) Dikbud Sultra di Aula Dikbud Sultra, Selasa (9/6/2026). (FOTO: FAYSAL/MS)
Foto bersama peserta lomba mewarnai dan menggambar yang diikuti 100 anak Taman Kanak-Kanak (TK) dan Raudhatul Athfal (RA) se-Kota Kendari dalam rangka peringatan Hari Peduli Autis Sedunia 2026 yang diselenggarakan UPTD Penanganan Siswa Berkebutuhan Khusus (PSBK) Dikbud Sultra di Aula Dikbud Sultra, Selasa (9/6/2026). (FOTO: FAYSAL/MS)

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Penanganan Siswa Berkebutuhan Khusus (PSBK) menggelar lomba mewarnai dan menggambar untuk 100 anak Taman Kanak-Kanak (TK) dan Raudhatul Athfal (RA) se-Kota Kendari dalam rangka memperingati Hari Peduli Autis Sedunia 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Dikbud Sultra, Selasa (9/6/2026), tersebut menjadi pembuka rangkaian peringatan Hari Peduli Autis yang digelar selama dua hari, 9–10 Juni 2026, dengan mengusung tema “Autisme dan Kemanusiaan: Setiap Kehidupan Bernilai.”

Lomba dibuka langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dikbud Sultra, Prof Aris. Ia mengatakan, peringatan Hari Peduli Autis merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan akses, kesempatan, dan kemandirian kepada anak-anak berkebutuhan khusus agar dapat berperan aktif di tengah masyarakat.

“Peringatan Hari Peduli Autis ini merupakan bagian dari upaya memberikan akses dan kemandirian kepada anak-anak berkebutuhan khusus agar mereka dapat tumbuh mandiri dan berkontribusi di lingkungan sosialnya,” ujar Prof Aris, saat diwawancarai, Selasa (9/6/2026).

Menurutnya, peserta lomba sengaja melibatkan anak-anak dari TK umum sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat bahwa anak berkebutuhan khusus juga dapat ditemukan di sekolah-sekolah reguler dan membutuhkan dukungan yang sama untuk berkembang.

“Kegiatan ini menjadi sarana edukasi bahwa potensi anak berkebutuhan khusus bisa ditemukan di sekolah umum. Karena itu, penting bagi semua pihak untuk memberikan ruang dan kesempatan yang sama bagi mereka,” katanya.

Prof Aris menambahkan, peringatan Hari Peduli Autis telah menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun di Sulawesi Tenggara dan tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ke-13.

Ia juga menegaskan bahwa perhatian terhadap anak berkebutuhan khusus menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Sultra melalui keberadaan UPTD PSBK yang memberikan layanan terapi, pembinaan, serta pendampingan kepada orang tua.

Sementara itu, Kepala UPTD PSBK Dikbud Sultra, Nurhaerani Haeba, S.Pi., M.Si., M.Psi., menjelaskan bahwa tahun ini kegiatan difokuskan pada peserta didik tingkat TK dan Raudhatul Athfal (RA) sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman tentang pendidikan inklusif sejak usia dini.

Menurutnya, tema yang diangkat menekankan pentingnya penerimaan terhadap anak-anak berkebutuhan khusus di seluruh lingkungan pendidikan.

“Anak-anak berkebutuhan khusus harus diterima di mana saja. Sesuai program sekolah inklusi, mereka harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang di lingkungan pendidikan,” jelasnya.

Nurhaerani mengungkapkan, lomba yang digelar terdiri dari dua kategori, yakni lomba menggambar dan mewarnai. Masing-masing kategori diikuti oleh 50 peserta sehingga total peserta mencapai 100 anak.

“Kami ingin memberikan kesempatan kepada sekolah-sekolah yang mungkin berada di wilayah pinggiran. Bisa jadi anak-anak di sana memiliki potensi besar yang belum terlihat. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa setiap anak memiliki kelebihan dan kesempatan untuk berkembang,” ujarnya.

Selain lomba mewarnai dan menggambar, rangkaian Hari Peduli Autis Sedunia 2026 akan dilanjutkan dengan Seminar Nasional pada Rabu (10/6/2026). Seminar tersebut menghadirkan para pakar di bidang pendidikan dan penanganan anak berkebutuhan khusus dengan peserta dari kalangan guru, akademisi, dan instansi terkait.

“Melalui seminar ini kami ingin memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai anak berkebutuhan khusus, bagaimana mengenali karakteristiknya, serta bentuk intervensi dan penanganan yang tepat agar mereka dapat berkembang secara optimal,” pungkas Nurhaerani. (sal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!