MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) secara langsung meresmikan Bendungan Ameroro di Desa Tamesandi Kecamatan Uepai Kabupaten Konawe, Selasa (14/5). Jokowi ke Konawe bersama Menteri PUPR Basuki, Menteri Kesehatan Budi Karya Sumadi dan Mensetneg Pratikno. Hadir pula Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Tenggara Andap Budhi Revianto.
Di depan masyarakat Sultra Jokowi mengatakan, Ameroro merupakan bendungan ke-40 yang dibangun di Indonesia. Salah satu tujuannya, menjadi penyedia sumber daya air jangka panjang.
“Saat ini, sudah banyak negara di dunia yang sulit mendapatkan air. Kita berharap, warga nantinya tidak kesulitan sumber air di masa mendatang,” kata Jokowi.
Presiden Jokowi berharap, bendungan ameroro manfaatnya jauh lebih besar daripada uang yang dipakai.
Sementara itu, Dirjen SDA Bob Arthur L mengatakan, lahan pembangunan bendungan sudah direduksi sebanyak 6.640 hektar. Jumlah sebanyak ini, akan dimaksimalkan untuk pembangunan bendungan Ameroro.
“Ini merupakan bendungan ke 60 yang akan dibangun selama 10 tahun kepemimpinan Jokowi,” ujar Bob Arthur L.
Kata dia, sebelumnya, Indonesia sudah memiliki 231 bendungan yang sudah dibangun. Ditambah 60 bendungan, sudah ada 292 bendungan baru.
“Rencana akan ada 11 bendungan baru. Sehingga, total nantinya akan ada 303 bendungan di Indonesia,” kata Bob Arthur L.
Diketahui, Bendungan Ameroro dibangun selama 3 tahun, dengan biaya pengerjaan sekitar Rp1,57 triliun. Dibangun sejak 2020, selesai dibangun pada 2023 lalu.
Bendungan memiliki kapasitas tampung air sebesar 88 juta meter kubik. Dengan luas genangan danau sekitar 376 hektare. Bendungan juga menjadi pembangkit listrik tenaga mikrohidro dengan kekuatan 1,3 Mega Watt.
Manfaat bendungan yakni, menghasilkan air baku sebesar 511 liter perdetik. Jumlah sebanyak ini, menjadi tulang punggung irigasi perkebunan dan sawah sebesar 3.363 hektare.
Dari irigasi sebesar ini, luas lahan yang sudah digunakan yakni seluas 1.798 hektar. Sisanya lahan potensial yang bisa digunakan seluas 1.565 hektare. Luas pertanian sebesar ini, digunakan di Kecamatan Lambuya, Puriala dan Uepai Kabupaten Konawe.
Kemudian, mampu mengurangi potensi banjir dengan kemampuan sebesar 443 meter kubik per detik.
Tercatat, ada enam kecamatan yang terbantu dari segi potensi banjir yakni Unaaha, Wawotobi, Wonggeduku, Anggaberi, Konawe dan Pondidaha. (**)












