Daerah

Prof Ida Usman, Akademisi Peneliti Energi Terbarukan yang Kini Maju di Pilrek UHO 2026

×

Prof Ida Usman, Akademisi Peneliti Energi Terbarukan yang Kini Maju di Pilrek UHO 2026

Sebarkan artikel ini
Prof. Dr. Ida Usman, S.Si., M.Si. (Dok. Istimewa)
Prof. Dr. Ida Usman, S.Si., M.Si. (Dok. Istimewa)

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Di tengah dinamika Pemilihan Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2026-2030, nama Prof. Dr. Ida Usman, S.Si., M.Si., muncul sebagai salah satu figur akademisi yang membawa rekam jejak panjang pengabdian, riset, dan kepemimpinan di kampus terbesar di Sulawesi Tenggara itu.

Lahir di Tongkuno, Kabupaten Muna, 18 April 1972, Prof Ida bukan sosok baru di lingkungan UHO. Karier akademiknya tumbuh dari laboratorium, ruang kuliah, hingga kursi pimpinan strategis universitas. Kini, ia menjabat Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum UHO sejak 2025, setelah sebelumnya dipercaya memimpin Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) sebagai dekan selama dua periode.

Perjalanan akademiknya dimulai dari pendidikan dasar hingga menengah di Raha, Kabupaten Muna. Setelah menyelesaikan pendidikan di SMA Negeri 1 Raha pada 1991, ia melanjutkan studi Sarjana di Universitas Hasanuddin Makassar. Semangat riset membawanya menempuh pendidikan Magister dan Doktor di Institut Teknologi Bandung (ITB), salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

Jejak pengabdian Prof Ida di UHO terbilang panjang. Ia pernah menjabat Ketua Jurusan Fisika FMIPA UHO pada 2007-2015, kemudian Wakil Dekan Bidang Akademik FITK UHO, Dekan FITK UHO, hingga akhirnya menjadi Dekan FMIPA UHO periode 2019-2025.

Namun, kiprah Prof Ida tidak berhenti pada jabatan struktural semata. Di dunia penelitian, ia dikenal aktif mengembangkan riset energi terbarukan, khususnya sel surya berbasis dye-sensitized solar cell (DSSC), nanoteknologi, hingga material energi ramah lingkungan. Beberapa risetnya bahkan berfokus pada pemanfaatan bahan lokal Sulawesi Tenggara untuk pengembangan teknologi energi alternatif.

Dalam kurun 15 tahun terakhir, ia menghasilkan puluhan publikasi ilmiah di jurnal nasional dan internasional. Penelitiannya mencakup teknologi sel surya, pemetaan dinamika Covid-19, material semikonduktor, hingga superkapasitor berbasis biomassa bambu Sulawesi Tenggara.

Tak hanya aktif di laboratorium, Prof Ida juga dikenal dekat dengan masyarakat melalui program pengabdian. Ia pernah mengembangkan mesin perontok padi tenaga surya, sistem pengering kakao berbasis energi matahari, hingga pemberdayaan masyarakat melalui pengolahan limbah biomassa menjadi briket ramah lingkungan.

Baginya, riset bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Konsistensinya di dunia pendidikan dan penelitian membawanya meraih sejumlah penghargaan, di antaranya Dosen Berprestasi I Universitas Halu Oleo tahun 2010, serta Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya X dan XX Tahun dari pemerintah.

Kini, di tengah berlangsungnya tahapan Pemilihan Rektor UHO 2026-2030 yang resmi dibuka sejak Mei 2026, nama Prof Ida masuk dalam deretan akademisi yang dinilai memiliki pengalaman kuat dalam tata kelola perguruan tinggi. Tahapan Pilrek UHO sendiri berlangsung terbuka dan demokratis sesuai ketentuan senat universitas dan regulasi kementerian.

Sebagai akademisi berlatar sains dan teknologi, Prof Ida membawa pendekatan kepemimpinan berbasis riset dan penguatan sumber daya manusia. Di mata banyak sivitas akademika, rekam jejaknya menggambarkan sosok dosen yang tumbuh bersama UHO-dari ruang kelas hingga lingkar pengambil kebijakan kampus.

Dari Tongkuno menuju ruang-ruang akademik nasional, perjalanan Prof Ida Usman menjadi potret bagaimana pendidikan dapat mengubah jalan hidup seseorang. Dan kini, di tengah persaingan menuju kursi rektor, namanya menjadi bagian dari babak baru perjalanan Universitas Halu Oleo. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!