MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Bina Marga telah merampungkan proyek peningkatan jalan di ruas Motaha-Alangga, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), dengan panjang pekerjaan mencapai 1.014 meter. Proyek ini dikerjakan oleh CV Suara Askana dengan total anggaran sebesar Rp2,9 miliar.
Peningkatan jalan ini merupakan bagian dari program unggulan Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, dan Wakil Gubernur Hugua, yang dikenal dengan nama Program Jamaah (Jalan Mulus Antar Wilayah). Proyek ini diprioritaskan untuk membuka akses antarwilayah serta memperlancar jalur distribusi barang dan jasa, terutama di daerah dengan tingkat kerusakan jalan yang tinggi.
Kepala Dinas SDA dan Bina Marga Sultra, Pahri Yamsul, mengatakan bahwa pekerjaan rampung lebih cepat empat hari dari jadwal kontrak yang berakhir pada 16 September 2025.
“Ruas Motaha-Alangga ini merupakan tahap pertama. Kami berhasil tuntaskan sekitar 1 kilometer atau mencapai 1.014 meter, meskipun kontraknya hanya untuk 860 meter. Ini berkat efisiensi dan dorongan langsung dari Bapak Gubernur,” ujar Pahri saat meninju langsung pengerjaan jalan tersebut, Senin (15/9/2025).
Meski demikian, Pahri mengakui masih banyak jalan rusak di sekitar lokasi proyek. Pihaknya berencana mengusulkan kelanjutan pekerjaan untuk tahun anggaran mendatang karena total panjang ruas ini mencapai 30 kilometer lebih, dengan sekitar 6 kilometer ruas provinsi masuk kategori prioritas perbaikan.
“Kalau tidak segera dilanjutkan, kerusakan bisa makin parah. Kami juga harus memperhatikan bahu jalan yang berisiko tergerus. Harapannya, tahun depan kita bisa dapat tambahan anggaran,” imbuhnya.
Ruas jalan ini sangat vital karena menjadi jalur penghubung utama untuk aktivitas pertanian, pendidikan, dan layanan kesehatan. Manfaat langsung proyek ini dirasakan oleh warga di dua desa, yakni Desa Angata dan Desa Pulipu.
“Perbaikan ini perintah langsung Bapak Gubernur sebagai bentuk perhatian beliau terhadap kondisi masyarakat dan infrastruktur dasar di wilayah ini,” kata Pahri.
Dari sisi kualitas, berdasarkan hasil uji laboratorium, konstruksi jalan dinilai memenuhi standar. Lebar jalan yang dibangun mencapai 4,5 meter, dan sebagian besar pekerja proyek merupakan tenaga lokal dari desa setempat.
Sementara itu, Direktur CV Suara Askana, Levi Mekel, mengungkapkan bahwa tantangan utama selama pelaksanaan proyek adalah cuaca buruk.
“Hujan sempat menghambat pekerjaan. Tapi masyarakat sangat antusias dan bersyukur. Mereka mengaku ini pertama kalinya jalan mereka benar-benar diaspal setelah hampir 30 tahun,” ungkap Levi.
Pengerjaan jalan sebelumnya hanya menggunakan metode tambal sulam, tanpa konstruksi permanen seperti sekarang. Keterlibatan masyarakat lokal juga diapresiasi dalam pelaksanaan proyek ini.
“Kami libatkan warga lokal sebagai tenaga kerja harian. Selain menghemat biaya, ini juga bentuk pemberdayaan masyarakat,” pungkasnya.
Pemerintah berharap kelanjutan proyek di tahun mendatang dapat terlaksana dengan lancar agar seluruh ruas jalan Motaha-Alangga bisa segera fungsional dan dinikmati oleh masyarakat secara menyeluruh. (sal)












