MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Kantor Wilayah (Kanwil) Perusahaan Umum (Perum) Bulog Sulawesi Tenggara (Sultra) memastikan ketersediaan stok beras di wilayah Sultra dalam kondisi aman dan mencukupi hingga tahun 2026. Saat ini, total stok beras yang tersimpan di Gudang Bulog Sultra mencapai sekitar 80 ribu ton.
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sultra, Benhur Ngkaimi, menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir menghadapi kebutuhan pangan menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, bahkan hingga periode Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Pasalnya, Sulawesi Tenggara merupakan daerah surplus beras.
“Bahkan sampai puasa dan lebaran, stok saat ini sangat banyak dan jumlahnya mencapai 80 ribu ton,” kata Benhur, saat diwawancarai awak media, Rabu (17/12/2025).
Ia menjelaskan, dengan rata-rata penyaluran rutin Bulog Sultra sekitar 4.000 ton per bulan, baik untuk program bantuan pangan maupun Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), maka ketahanan stok beras di Sultra diperkirakan mencapai sekitar 20 bulan ke depan.
“Artinya ketahanan pangan kita itu kurang lebih 20 bulan ke depan,” ujarnya.
Meski demikian, Bulog Sultra tetap melakukan langkah penyegaran stok (refresh stock) guna menjaga kualitas beras. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menyalurkan beras ke sejumlah daerah lain yang membutuhkan, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
“Kami juga berkomunikasi dengan beberapa daerah, seperti Nusa Tenggara Timur, Ambon, Papua, serta beberapa wilayah Sulawesi seperti Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara. Kebutuhan stok di daerah-daerah tersebut kami suplai dari Sultra,” jelas Benhur.
Sepanjang tahun ini, Bulog Sultra tercatat telah menyalurkan sekitar 8.500 ton beras ke Ambon, Papua, dan Sulawesi Tengah. Menurut Benhur, penyaluran antardaerah ini diharapkan terus berjalan agar stok di gudang tetap ideal dan kualitas beras terjaga.
“Secara ideal, stok itu sebaiknya di-refresh dalam waktu 4 sampai 6 bulan. Walaupun Bulog memiliki mekanisme perawatan kualitas, setiap penyaluran juga tetap dilakukan pengecekan ganda,” tambahnya.
Selain itu, Bulog Sultra juga bersiap menghadapi panen raya yang diperkirakan akan dimulai pada Februari mendatang. Berdasarkan hasil rapat koordinasi terakhir pada awal Desember, panen raya akan berlangsung serentak di seluruh Indonesia.
“Artinya dua bulan lagi stok ini mungkin masih ada sekitar 70 ribu ton, lalu kita akan kembali menyerap gabah dan beras dari petani. Target penyerapan Bulog Sultra ke depan mencapai 170 ribu ton,” pungkas Benhur.
Dengan kondisi tersebut, Bulog Sultra optimistis stabilitas pasokan dan harga beras di wilayah Sulawesi Tenggara akan tetap terjaga. (sal)












