BerandaDaerah

Sultra Bersiap Jadi Pusat Pendidikan Unggulan Nasional Lewat SMA Garuda

×

Sultra Bersiap Jadi Pusat Pendidikan Unggulan Nasional Lewat SMA Garuda

Sebarkan artikel ini
Pihak Dikbud Sultra mendampingi tim pembangunan SMA Unggul Garuda di Desa Lebo Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), lokasi pembangunan SMA Unggul Garuda. (Dok. Istimewa)
Pihak Dikbud Sultra mendampingi tim pembangunan SMA Unggul Garuda di Desa Lebo Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), lokasi pembangunan SMA Unggul Garuda. (Dok. Istimewa)

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) semakin memantapkan langkahnya menuju pusat pendidikan unggulan nasional. Hal ini ditandai dengan penetapan Desa Lebo Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), sebagai lokasi pembangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) Unggul Garuda oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Penetapan lokasi ini merupakan hasil kunjungan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Stella Christie, pada 4–6 Juli 2025 lalu. Dalam kunjungan tersebut, Wamendiktisaintek meninjau sejumlah lokasi potensial di Sulawesi Tenggara, termasuk Kabupaten Konawe, Kabupaten Wakatobi, dan akhirnya menetapkan Desa Lebo Jaya sebagai pilihan utama.

Lahan yang disiapkan untuk pembangunan sekolah telah memiliki status clear and clean, lengkap dengan sertifikat kepemilikan, sehingga dinilai siap dari segi administratif maupun teknis.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, Prof. Aris Badara, menyampaikan bahwa saat ini proses perencanaan pembangunan tengah berjalan, dengan dukungan dari Universitas Syiah Kuala (Banda Aceh) dan Universitas Negeri Solo sebagai tim pendamping.

“Tiga hari lalu tim dari dua universitas tersebut sudah meninjau langsung lokasi untuk mengecek kesiapan lahan, struktur tanah, lingkungan udara, serta ekosistem pendukung lainnya. Ini bagian dari percepatan program nasional di bidang pendidikan yang menjadi prioritas Presiden Prabowo dan Wapres Gibran,” ujar Prof. Aris saat diwawancarai, Rabu (6/8).

Lebih lanjut, pihaknya juga menggandeng tokoh masyarakat dan budaya lokal guna memastikan bahwa desain arsitektur sekolah akan merepresentasikan nilai-nilai kearifan lokal.

Pemerintah Provinsi Sultra kini sedang menyiapkan proses hibah lahan dari Pemprov ke Kemdiktisaintek, dan ditargetkan proses pembangunan akan dimulai pada September 2025, diawali dengan tahap pekerjaan bakti.

SMA Unggul Garuda dirancang sebagai sekolah pre-university dengan kurikulum internasional Baccalaureate (IB). Sekolah ini ditargetkan mulai menerima siswa pada Juni 2026.

“Kami ingin mempersiapkan anak-anak untuk bisa melanjutkan studi ke universitas terbaik dunia. Guru-guru di SMA Garuda nanti akan bersertifikasi internasional dan kurikulumnya berbasis IB,” jelas Prof. Aris.

Guru-guru yang mengajar tidak hanya akan berasal dari Sulawesi Tenggara, tetapi juga dari berbagai daerah lain di Indonesia dan bahkan dari luar negeri. Meskipun demikian, pihak Dikbud Sultra tetap mengutamakan pemberdayaan sumber daya lokal melalui program pelatihan peningkatan kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan.

“Kami berharap para guru, tenaga kependidikan, dan siswa yang terlibat berasal dari daerah kita sendiri. Tapi tentu, proses seleksi tetap dilakukan secara nasional dan mengikuti standar tinggi,” tambahnya.

Dengan hadirnya SMA Unggul Garuda, Sultra optimis mampu mencetak generasi unggul yang siap bersaing di tingkat global dan memperkuat posisi daerah sebagai pusat pendidikan nasional berbasis internasional. (sal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!