MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) menargetkan pembangunan dua Sekolah Garuda di wilayahnya sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) khususnya di bidang sains dan teknologi.
Wagub Hugua menyatakan bahwa Pemprov Sultra mengusulkan empat hingga lima lokasi, namun menargetkan dua lokasi dapat disetujui untuk pembangunan Sekolah Garuda.
“Kalau provinsi lain bisa dapat satu, kita target dua. Tiga lebih keren lagi. Kita sudah bermimpi bisa lima, tapi kalau dapat dua saja sudah luar biasa,” ujar Hugua saat diwawancarai awak media, Selasa (8/7).
Ia juga menambahkan bahwa pembangunan Sekolah Garuda merupakan bagian dari visi jangka panjang pemerintah daerah dalam mencetak generasi unggul yang siap bersaing di era teknologi dan globalisasi.
Sekolah Garuda sendiri merupakan inisiatif pemerintah pusat untuk menghadirkan pendidikan berbasis sains dan teknologi yang terintegrasi dengan riset dan inovasi di berbagai daerah di Indonesia. Jika target ini tercapai, Sulawesi Tenggara akan menjadi salah satu provinsi yang memiliki lebih dari satu sekolah unggulan nasional tersebut.
Diketahui sebelumnya Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Wamendiktisaintek RI), Stella Christie, telah melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi calon pembangunan Sekolah Garuda di Sultra pada 4–6 Juli 2025 lalu.
Dalam kunjungannya, Wamen Stella meninjau tiga lokasi yang diusulkan Pemprov Sultra. Lokasi pertama berada di Desa Lebo Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan. Dua lokasi lainnya berada di Kabupaten Konawe dan Kabupaten Wakatobi.
Dalam keterangannya, Wamen Stella Christie menyampaikan bahwa peninjauan ini merupakan amanah dari Presiden Prabowo Subianto, yang mengusung Sekolah Garuda sebagai strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak tingkat SMA.
“Kunjungan hari ini melaksanakan amanah Bapak Presiden untuk meninjau potensi lokasi pembangunan Sekolah Garuda. Sekolah Garuda adalah visi langsung dari Bapak Presiden Prabowo Subianto di mana beliau menginginkan agar kita membangun SDM kita di Sains dan Teknologi,” katanya saat diwawancarai awak media usai meninjau okasi pertama di Desa Lebo Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, Jumat (4/7).
“Dan untuk menjalankan visi tersebut Bapak Presiden mempunyai strategi agar sumber daya manusia kita dibangun sejak SMA. Nah, mengapa Bapak Presiden mengamanahkan agar SMA ini ditaruh di Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi? Karena Bapak Presiden menyiapkan bahwa SMA ini akan mendidik putra-putri terbaik bangsa sebagai program pra-universitas,” tambah Stella.
Lebih lanjut Wamen Stella menyampaikan Sekolah Garuda akan beroperasi di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, dan akan dikelola sebagai satuan kerja (satker) kementerian. Guru-guru yang mengajar di sana akan direkrut secara khusus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan formasi khusus, bekerja sama dengan Kementerian PAN-RB.
“Kami mencari guru-guru terbaik. Sarana dan prasarana guru, termasuk hunian, akan kami siapkan secara maksimal. Kami juga berharap ada kontribusi guru-guru lokal karena mereka memahami kearifan lokal dan kondisi sosial masyarakat,” tambahnya.
Wamen Stella juga menyebutkan keunggulan lokasi yang dikunjungi, yakni suasana yang jauh dari pusat kota dan dekat dengan komunitas masyarakat, sehingga dapat menjadi inkubator kepemimpinan dan membentuk karakter siswa yang peka terhadap lingkungan sosial.
“Sekolah Garuda bukan hanya membentuk siswa yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan lokal dan wawasan global. Oleh karena itu, pemilihan lokasi yang dekat dengan masyarakat menjadi penting,” jelasnya. (FA)












