BerandaDaerah

Kakanwil Kemenag Sultra Resmi Tutup Rangkaian HAB ke-80, Tekankan Asta Protas sebagai Kompas Kinerja ASN

×

Kakanwil Kemenag Sultra Resmi Tutup Rangkaian HAB ke-80, Tekankan Asta Protas sebagai Kompas Kinerja ASN

Sebarkan artikel ini

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Kemeriahan dan Sukacita rangkaian Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI dengan tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju” yang puncaknya jatuh hari ini, Sabtu (3/1/2026), resmi ditutup oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementrian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) H Mansur, S.Pd., MA, yang digelar di pelataran Kanwil Kemenag Sultra.

Penutupan rangkaian HAB ke-80 yang dimulai dengan pembukaan Porseni HAB sejak 8 Desember 2025 ini, dikemas dalam bentuk ramah tamah yang diikuti seluruh pejabat administrator dan ASN lingkup Kanwil Kemenag Sultra, Kepala Kemenag Kota Kendari beserta jajaran, Ketua DWP Kanwil Kemenag Sultra dan anggota, Kepala Madrasah dan KUA se-Kota Kendari.

Mengawali sambutannya, Kakanwil menyampaikan apresiasi atas kerjasama seluruh jajaran Kanwil Kemenag Sultra dan Kemenag Kota Kendari, sehingga rangkaian HAB-80 sejak awal hingga akhir, sukses dilaksanakan.

Menurutnya, ramah tamah tersebut bukan sekadar seremonial administratif, melainkan menjadi momentum awal untuk memulai aktifitas dari tanggung jawab strategis dalam memastikan roda organisasi berjalan lebih lincah, adaptif, dan berdampak langsung bagi kualitas layanan keagamaan dan pendidikan keagamaan di Sulawesi Tenggara.

“Kita telah melaksanakan rangkaian kegitan HAB dalam suasana yang penuh semangat, tertib, dan bermakna. Kita semua adalah motor penggerak kinerja unit, penghubung antara kebijakan pimpinan dan pelaksanaan teknis di lapangan. Oleh karena itu, di setiap kita di butuhkan kemampuan kolaborasi, kecepatan eksekusi, dan keteladanan integritas,” ungkapnya.

Mansur menekankan, saat ini Kementerian Agama RI telah menetapkan Asta Protas (Delapan Program Prioritas) sebagai arah utama pembangunan dan transformasi Kemenag. Ia menegaskan, setiap ASN wajib menjadikan Asta Protas sebagai kompas kerja harian, bukan hanya sebagai dokumen kebijakan.

Untuk itu, lanjut Mansur, berbagai aksi cepat implementatif perlu dilakukan. Diantaranya transformasi tata kelola dan reformasi birokrasi, penguatan layanan keagamaan yang berdampak langsung ke masyarakat, akselerasi digitalisasi layanan dan penguatan moderasi beragama.

Selain itu, perlunya peningkatan kualitas pendidikan keagamaan dan Madrasah serta penguatan SDM ASN Kemenag. Membangun tim yang solid, disiplin, dan berorientasi pengabdian.

“Jabatan adalah amanah, kinerja adalah bukti, dan pelayanan adalah ibadah. Saya berharap para pimpinan unit kerja dan ASN dapat bergerak cepat, bekerja cerdas, dan berkolaborasi kuat, sehingga Asta Protas Kementerian Agama RI benar-benar terasa manfaatnya oleh masyarakat Sulawesi Tenggara,” tutup Mansur. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!