;

BULOG Cetak Rekor Sepanjang Sejarah, Pengadaan Beras Melampaui 4 Juta Ton

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Perum BULOG kembali menorehkan sejarah dalam upaya menjaga ketahanan pangan nasional. Hingga 8 Oktober 2026, realisasi pengadaan beras secara nasional mencapai 4.115.014 ton setara beras atau 102,88 persen dari target penugasan pemerintah sebesar 4 juta ton.

Capaian tersebut menjadi realisasi pengadaan tertinggi sepanjang sejarah BULOG berdiri. Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan bahwa target pengadaan beras tahun 2026 telah terlampaui sebelum berakhirnya tahun berjalan.

Di Sulawesi Tenggara (Sultra), realisasi pengadaan gabah dan beras oleh Perum BULOG Kanwil Sultra hingga 8 Oktober 2026 tercatat mencapai 3.075,206 ton gabah atau setara 1.572,968 ton beras. Angka tersebut mencapai 95,37 persen dari target penugasan pemerintah sebesar 2.335,34 ton gabah atau setara 1.194,53 ton beras.

Secara nasional, realisasi pengadaan tahun ini melampaui capaian sepanjang 2025 yang mencapai 3.191.969 ton setara beras. Capaian tersebut juga melampaui rekor pengadaan sebelumnya pada 2012, ketika BULOG berhasil menyerap sekitar 3,65 juta ton.

Pencapaian ini mencerminkan komitmen BULOG dalam menjalankan amanah pemerintah untuk menyerap hasil produksi petani, memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP), serta menjaga keseimbangan ekosistem pangan nasional, baik dari sisi produsen maupun konsumen.

Pengadaan dilakukan secara masif melalui jaringan BULOG di berbagai sentra produksi dengan melibatkan petani, kelompok tani, mitra penggilingan, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.

Dalam pelaksanaan pengadaan tahun 2026, BULOG terus mengoptimalkan berbagai instrumen penyerapan, mulai dari memperkuat jaringan pembelian di tingkat produksi, meningkatkan kesiapan sarana penyimpanan dan pergudangan, hingga mempercepat penyerapan saat musim panen.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan hasil panen petani terserap secara optimal sekaligus memperkuat stok pangan yang dikelola pemerintah.

Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Sultra, Erdi Baskoro, menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh insan BULOG serta pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam pencapaian bersejarah tersebut.

“Capaian lebih dari 4 juta ton setara beras yang memecahkan rekor capaian tertinggi sepanjang BULOG berdiri ini bukan sekadar angka. Di baliknya ada kerja keras, dedikasi, dan semangat seluruh insan BULOG di berbagai penjuru Indonesia yang terus bergerak, turun langsung ke lapangan, mendampingi petani, serta memastikan hasil panen dapat terserap dengan baik. Keberhasilan melampaui target ini menjadi bukti bahwa dengan kerja bersama, amanah pemerintah dapat kita jalankan secara optimal,” ujar Erdi Baskoro.

Ia menambahkan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan dan kolaborasi berbagai pihak dalam memperkuat ekosistem pangan nasional.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selanjutnya, terima kasih juga atas kepercayaan Bapak Presiden kepada BULOG, serta dukungan Kemenko Pangan, Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, TNI, pemerintah daerah, para petani, penyuluh, mitra kerja, dan seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan bersejarah ini. Capaian ini harus menjadi energi bagi BULOG untuk terus memberikan manfaat bagi petani, menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat, dan memperkuat ketahanan pangan Indonesia,” tambahnya.

Rekor pengadaan tersebut juga menjadi momentum menjelang dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Capaian ini semakin memperkuat peran strategis BULOG dalam mendukung tiga pilar ketahanan pangan nasional, yakni menjaga ketersediaan pangan, mendukung stabilisasi harga di tingkat produsen dan konsumen, serta mengelola cadangan pangan pemerintah.

Dengan pengadaan yang kuat di tingkat hulu, pemerintah memiliki fondasi stok yang semakin kokoh untuk mendukung berbagai program stabilisasi dan penyaluran pangan kepada masyarakat.

BULOG Kanwil Sultra pun akan terus mengoptimalkan penyerapan gabah dan beras hingga akhir 2026. Dengan capaian 95,37 persen dari target pengadaan di wilayah Sultra, upaya percepatan penyerapan akan terus dilakukan melalui kolaborasi, inovasi, dan penguatan operasional dari hulu hingga hilir.

Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi petani, menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan di Indonesia. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

;