MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-79, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sultra menggelar kegiatan bakti sosial berupa sunatan massal. Acara ini merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat, khususnya anak-anak dari keluarga kurang mampu. Kegiatan ini dilaksanakan di Kendari selama dua hari, mulai tanggal 12 hingga 13 Agustus 2024.
Kegiatan sunatan massal ini bukanlah yang pertama kali diadakan oleh Pemprov Sultra dan DWP. Menurut Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sultra, Asrun Lio, dua tahun sebelumnya kegiatan serupa juga telah dilaksanakan dan mendapat sambutan positif dari masyarakat.
“Kegiatan ini bukan yang pertama, karena dua tahun lalu kita juga laksanakan melalui DWP. Mereka yang mengorganisir dan mencari anak-anak yang akan disunat. Saat ini ada kurang lebih 500 anak yang akan mengikuti sunatan massal ini,” terang Asrun Lio.
Dikatakan, bahwa sunat memiliki makna yang sangat penting, baik dari sisi agama maupun kesehatan.
“Sunat merupakan perintah agama yang wajib dilaksanakan, karena ini adalah perintah agama sejak Nabi Ibrahim. Dari sisi kesehatan, sunat sangat penting karena membantu membersihkan bagian tubuh yang rentan menyimpan bakteri,” jelasnya.
Asrun juga menekankan bahwa kegiatan sunatan massal ini menjadi bentuk kebahagiaan tersendiri bagi anak-anak dan orang tua, terutama karena biaya sunat yang cukup mahal saat ini.
“Saat ini, biaya sunat per orang cukup mahal, sehingga pemerintah melalui kegiatan bakti sosial ini melaksanakan sunatan massal gratis. Sebanyak 500 anak telah terdaftar untuk mengikuti kegiatan ini,” ujarnya.
Kegiatan bakti sosial ini, menurut Asrun, harus terus ditingkatkan, terutama dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Baksos ini merupakan sarana kita untuk bersilaturahmi dengan masyarakat dan anak-anak kita. Semoga apa yang kita laksanakan hari ini dapat tercatat oleh Allah SWT sebagai amal dan pahala,” harapnya
Ditempat yang sama, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sultra, Wa Ode Munanah, menjelaskan bahwa Dharma Wanita memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan sosial seperti sunatan massal ini. Sebagai istri dari para pegawai negeri, anggota DWP memiliki tanggung jawab moral untuk membantu suami mereka dalam menjalankan tugas negara.
“Dharma Wanita merupakan istri pegawai negeri, dan peran kami adalah membantu tugas suami. Kami mencari peran di mana kami dibutuhkan, seperti dalam kegiatan sunatan massal ini. Selaku koordinator kegiatan, DWP Sultra telah menggelar rencana awal dengan mencari peserta dari masing-masing DWP di lingkungan masing-masing, khususnya mereka yang tidak mampu,” jelas Wa Ode Munanah.
Pelaksanaan sunatan massal ini berlangsung selama dua hari dengan target awal 400 anak. Namun, karena tingginya antusiasme masyarakat, jumlah peserta meningkat menjadi 500 anak.
“Hari ini sebanyak 200 anak akan disunat, dan besok lebih banyak lagi. Alhamdulillah, Kepala Dinas Kesehatan merespon dengan baik dan menambah obat untuk anak-anak yang akan ikut sunatan massal ini,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan dari bapak-bapak dan anggota DWP dalam melaksanakan kegiatan sosial seperti ini.
“Saya meminta kepada bapak-bapak untuk mendukung para istrinya di DWP. Bapak-bapak bantu kami sehingga program yang diberikan kepada kami dari pusat dapat kami jalankan dengan baik,” tegasnya.
Menurutnya, masyarakat begitu antusias menyambut kegiatan ini. Bahkan, meskipun acara dimulai pukul 09.00 Wita, banyak dari mereka yang sudah datang sejak pukul 07.00 Wita.
“Antusiasme ini menunjukkan betapa besar harapan dan kebutuhan masyarakat terhadap kegiatan sunatan massal yang diadakan oleh Pemprov Sultra dan DWP,” pungasnya. (**)












