MEDIATAMASULTRA.COM, KOLUT – Dalam dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan dan mendukung program makan siang bergizi gratis bagi anak-anak, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Utara (Kolut) di bawah kepemimpinan Penjabat (Pj) Bupati Yusmin SPd MH, meluncurkan program penanaman bibit delapan komoditas sayuran bertempat area kompleks perkantoran, Kamis (3/10).
Program ini bertujuan untuk memanfaatkan lahan tidur dan menciptakan kemandirian pangan di masyarakat. Peluncuran program tersebut dihadiri oleh berbagai unsur Forkopimda, OPD, penyuluh dan masyarakat.
Dalam kesempatan ini, Pj Bupati Kolut Yusmin mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi untuk meningkatkan produksi pangan lokal dan mendukung ketahanan pangan di daerah.
“Dengan menanam berbagai jenis sayuran, kita berharap dapat memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, terutama anak-anak yang menjadi sasaran program makan siang bergizi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kolut, Drs Nusbah Nuhung MSi, menyampaikan bahwa delapan komoditas sayuran yang ditanam meliputi jagung manis, sawi, kangkung, bayam, kacang panjang, tomat, cabai, dan terong.
Rincian luas lahan dan jumlah bibit yang ditanam antara lain: sawi seluas 0,25 hektare dengan 10 bungkus bibit, cabai rawit seluas 1 hektare dengan 3.000 batang, kangkung seluas 0,20 hektare dengan 25 bungkus bibit, tomat seluas 0,50 hektare dengan 3.000 batang, kacang panjang seluas 0,50 hektare dengan 5 kg bibit, bayam seluas 0,50 hektare dengan 5 bungkus bibit, terong seluas 0,75 hektare dengan 12.000 hingga 15.000 batang, dan jagung seluas 1 hektare dengan 25 bungkus bibit.
“Program ini tidak hanya akan memberikan manfaat langsung dalam bentuk sayuran segar untuk konsumsi, tetapi juga dapat meningkatkan pendapatan petani,” ujar Nusba.
Dia menambahkan, kegiatan ini bertujuan untuk mendorong masyarakat agar lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan mereka, khususnya dalam konteks perbaikan gizi anak-anak.
Yusmin menjelaskan bahwa program ini akan berkelanjutan dan diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Kami akan terus memantau dan mengevaluasi perkembangan tanaman ini. Selain itu, kami juga akan memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang cara bertani yang dilatih oleh penyuluh agar bisa memaksimalkan lahan tidur yang ada di desa, sehingga yang baik agar hasil panen dapat optimal,” katanya.
Program penanaman ini juga merupakan bagian dari upaya Pemerintah Daerah untuk mengurangi angka stunting yang masih menjadi masalah serius di Kolaka Utara. Dengan menyediakan sayuran bergizi secara lokal, diharapkan anak-anak dapat memperoleh asupan gizi yang lebih baik.
“Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konsumsi sayuran dalam pola makan sehari-hari,” tambahnya.
Yusmin mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam program ini, baik sebagai petani maupun sebagai konsumen. Dia berharap bahwa dengan partisipasi aktif masyarakat, program ini akan berjalan sukses dan memberikan manfaat yang maksimal.
“Kita harus bersama-sama menjaga dan merawat tanaman ini agar hasilnya bisa dinikmati oleh semua,” pungkasnya. (**)












