;
Daerah  

BPS Rilis Indikator Strategis Sultra: Inflasi 4,17 Persen, NTP Naik 2,16 Persen

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) merilis sejumlah indikator strategis terkini terkait perkembangan inflasi, Nilai Tukar Petani (NTP), ekspor dan impor, transportasi, serta pariwisata.

Data tersebut disampaikan Kepala BPS Provinsi Sulawesi Tenggara, Hadi Susanto, dalam siaran pers di Kantor BPS Sultra, Kamis (1/10/2026).

Berdasarkan hasil rilis, Provinsi Sulawesi Tenggara mengalami inflasi secara tahunan atau year on year(y-on-y) sebesar 4,17 persen pada September 2026.

Inflasi tertinggi tercatat di Kabupaten Kolaka sebesar 4,42 persen. Sementara secara bulanan atau month to month (m-to-m), Sulawesi Tenggara mengalami inflasi sebesar 0,53 persen.

Di sektor pertanian, NTP Sulawesi Tenggara pada September 2026 tercatat sebesar 115,56. Angka tersebut meningkat 2,16 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang berada pada angka 113,12.

Sementara itu, kinerja perdagangan luar negeri juga menunjukkan perubahan. Nilai ekspor Sulawesi Tenggara pada Agustus 2026 mencapai US$342,86 juta, meningkat 23,13 persen dibandingkan Agustus 2025 yang tercatat sebesar US$278,46 juta.

Untuk nilai impor, Sulawesi Tenggara pada Agustus 2026 mencapai US$318,86 juta. Angka tersebut meningkat 212,78 persen dibandingkan nilai impor pada Agustus 2025.

Pada sektor transportasi, jumlah penumpang angkutan udara domestik yang berangkat dari Sulawesi Tenggara pada Agustus 2026 tercatat sebanyak 56.062 orang.

Jumlah tersebut turun 1,83 persen dibandingkan Juli 2026 yang mencapai 57.109 orang.

Penurunan juga terjadi pada jumlah penumpang angkutan laut domestik. Pada Agustus 2026, jumlah penumpang yang naik atau berangkat tercatat sebanyak 116.374 orang, turun 12,03 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 132.282 orang.

Sementara pada sektor pariwisata, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di Sulawesi Tenggara pada Agustus 2026 tercatat sebesar 35,16 persen.

Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 1,59 persen poin dibandingkan dengan TPK hotel bintang pada bulan sebelumnya.

Hadi Susanto mengatakan, berbagai indikator tersebut menjadi gambaran terkini mengenai kondisi perekonomian dan aktivitas masyarakat di Sulawesi Tenggara.

Rilis indikator strategis tersebut mencakup perkembangan harga, kesejahteraan petani, aktivitas perdagangan luar negeri, mobilitas masyarakat melalui transportasi, hingga perkembangan sektor akomodasi dan pariwisata di Sulawesi Tenggara. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

;