MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Bupati Buton, Alvin Akawijaya Putra membantah isu pemindahan pabrik Aspal Buton ke Karawang, Jawa Barat. Ia menegaskan, tidak ada rencana pembangunan pabrik Aspal Buton di daerah tersebut.
Menurut Alvin, informasi yang beredar selama ini muncul tanpa dikonfirmasi terlebih dahulu kepada Asosiasi Pengembang Aspal Buton Indonesia (ASPABI).
“Kemarin saya berbicara dengan Ketua ASPABI. Ketua ASPABI marah, kok bisa ada isu seperti ini. Pabrik di Karawang itu tidak akan dibuat sama sekali,” ujar Alvin saat diwawancarai awak media di Kantor Gubernur Sultra, Kamis (7/5/2026).
Ia menjelaskan, groundbreaking yang dilakukan di Karawang bukan untuk pembangunan pabrik aspal, melainkan realisasi proyek jalan tol yang menggunakan Aspal Buton.
“Groundbreaking di Karawang itu adalah realisasi pembangunan jalan tol yang menggunakan Aspal Buton, seperti yang selama ini digadang-gadangkan Presiden,” katanya.
Alvin mengaku sempat terpengaruh dengan isu yang beredar di masyarakat. Namun, ia memilih tidak terburu-buru memberikan pernyataan sebelum memastikan informasi tersebut secara langsung kepada pihak terkait.
“Jujur, saya juga hampir termakan isu itu. Tapi saya tidak buru-buru membuat statement. Saya konfirmasi langsung kepada ASPABI dan beberapa anggotanya,” ungkapnya.
Ia menyebut salah satu pihak yang turut memberikan klarifikasi adalah Irwan yang juga terlibat dalam pengembangan Aspal Buton.
Dengan adanya penjelasan tersebut, Alvin berharap masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi dan tetap mendukung upaya hilirisasi Aspal Buton sebagai komoditas unggulan nasional.
Sebelumnya, isu pemindahan pabrik Aspal Buton ke Karawang mencuat setelah mantan Penjabat (Pj) Bupati Buton periode 2022-2023, Basiran, melayangkan surat terbuka kepada Presiden RI, Prabowo Subianto.
Dalam surat itu, Basiran meminta pemerintah meninjau kembali rencana pembangunan fasilitas produksi aspal di Karawang dan mengembalikan pusat industri pengolahan aspal ke Kabupaten Buton sebagai daerah penghasil.
Basiran juga mengingat kembali kunjungan Presiden RI ke-7, Joko Widodo, ke tambang aspal di Kabupaten Buton pada 27 September 2022. Saat itu, Jokowi berkomitmen menjadikan Buton sebagai pusat industri aspal nasional, bukan sekadar daerah tambang.
Karena itu, Basiran menilai rencana pembangunan fasilitas di luar daerah penghasil bertentangan dengan semangat hilirisasi dan pemerataan ekonomi.
“Janji hilirisasi dengan menempatkan fasilitas di Karawang membuat Buton hanya menjadi penonton. Sumber daya alam diambil, sementara nilai tambah industri dan lapangan kerja dinikmati daerah lain,” ujar Basiran.
Ia juga mengkhawatirkan munculnya penolakan dari masyarakat apabila kebijakan tersebut tetap dijalankan.
“Kami khawatir akan muncul mosi tidak percaya dan penolakan dari masyarakat daerah tambang karena merasa hak ekonominya dirampas,” jelasnya. (sal)












