;
Daerah  

Danrem 143/Halu Oleo Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI di Kendari

Danrem 143/Halu Oleo Brigjen TNI Raden Wahyu Sugiarto saat memimpin upacara peringatan HUT ke-81 TNI di Halaman Korem 143/Halu Oleo, Kendari, Senin (5/10/2026). (FOTO: FAYSAL/MS)
Danrem 143/Halu Oleo Brigjen TNI Raden Wahyu Sugiarto saat memimpin upacara peringatan HUT ke-81 TNI di Halaman Korem 143/Halu Oleo, Kendari, Senin (5/10/2026). (FOTO: FAYSAL/MS)

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Komandan Korem (Danrem) 143/Halu Oleo Brigjen TNI Raden Wahyu Sugiarto memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Halaman Korem 143/Halu Oleo, Kendari, Senin (5/10/2026).

Upacara HUT ke-81 TNI tersebut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Hugua, Ketua DPRD Sultra Laode Tariala, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra Muhammad Fadlansyah, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah pimpinan instansi terkait.

Dalam upacara tersebut, Danrem 143/Halu Oleo Brigjen TNI Raden Wahyu Sugiarto membacakan amanat Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si.

Dalam amanatnya, Panglima TNI menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-81 TNI mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”

Panglima TNI menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh prajurit serta Aparatur Sipil Negara (ASN) TNI di seluruh Indonesia atas dedikasi, loyalitas, kerja keras, dan pengabdian kepada bangsa dan negara.

Menurutnya, tingginya kepercayaan masyarakat terhadap TNI merupakan hasil dari pengabdian yang telah diberikan. Kepercayaan tersebut menjadi kehormatan sekaligus amanah yang harus terus dijaga.

“Kepercayaan rakyat yang tinggi kepada TNI merupakan hasil dari pengabdian yang telah kita berikan. Kepercayaan tersebut adalah kehormatan sekaligus amanah yang wajib kita jaga,” demikian amanat Panglima TNI yang dibacakan Danrem.

Panglima TNI juga menekankan bahwa penguatan TNI melalui peningkatan kesejahteraan prajurit dan ASN serta modernisasi alat peralatan pertahanan dan keamanan harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi, kesiapan, dan profesionalisme.

Hal itu dinilai penting agar seluruh sumber daya yang dipercayakan negara kepada TNI dapat digunakan secara optimal dan dipertanggungjawabkan dengan sebaik-baiknya.

Menghadapi lingkungan strategis yang terus berubah, TNI juga diminta tetap kokoh pada jati dirinya dan memiliki arah pengabdian yang jelas. Momentum HUT ke-81 TNI diharapkan menjadi tonggak untuk memperteguh tekad menjaga persatuan, menegakkan kedaulatan, serta melindungi kekayaan Nusantara.

Dalam amanat tersebut, Panglima TNI menekankan lima nilai utama yang dirangkum dalam PRIMA, yakni Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif.

Pertama, Profesional. Prajurit dan ASN TNI diminta menguasai tugas dan tanggung jawab masing-masing, memelihara kemampuan melalui latihan yang sungguh-sungguh dan realistis, meningkatkan kompetensi, serta melaksanakan tugas dengan taat hukum dan penuh integritas.

Kedua, Responsif. TNI harus peka terhadap perubahan di lingkungan tugas, mampu mengenali potensi ancaman sejak dini, serta bertindak cepat, tepat, dan terukur ketika negara dan rakyat membutuhkan.

Ketiga, Integratif. TNI diharapkan terus membangun sinergi dengan seluruh komponen bangsa agar kekuatan TNI menjadi bagian dari kekuatan nasional dalam menjaga stabilitas, mengawal pembangunan, serta mendukung terwujudnya Indonesia yang maju, berdaulat, adil, dan makmur.

Keempat, Modern. Prajurit diminta menguasai alat peralatan pertahanan dan keamanan (Alpalhankam) serta teknologi yang menjadi tanggung jawabnya, menggunakannya secara optimal dan terintegrasi, serta terus meningkatkan kemampuan untuk menghasilkan daya tangkal dan daya tempur yang nyata.

Kelima, Adaptif. Setiap penugasan dan pengalaman harus dijadikan sebagai bahan pembelajaran untuk mengembangkan inovasi serta menyesuaikan doktrin, pendidikan, latihan, dan kemampuan dengan perkembangan ancaman.

Panglima TNI meminta kelima penekanan tersebut dilaksanakan secara konsisten sehingga PRIMA menjadi arah pengembangan kemampuan TNI dalam berpikir, bersikap, dan bertindak, baik saat ini maupun di masa mendatang.

Menutup amanatnya, Panglima TNI mengajak seluruh prajurit dan ASN TNI untuk terus memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Dirgahayu Tentara Nasional Indonesia. TNI PRIMA! TNI Kuat Bersama Rakyat! Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur!” tegasnya. (sal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

;