Ekobis

Ekonomi Sultra Tumbuh 6,23 Persen di Triwulan I 2026

×

Ekonomi Sultra Tumbuh 6,23 Persen di Triwulan I 2026

Sebarkan artikel ini

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara merilis indikator strategis terbaru terkait pertumbuhan ekonomi triwulan I 2026. Data tersebut disampaikan Kepala BPS Sultra, Hadi Susanto, dalam siaran pers di Kendari, Selasa (5/5/2026).

Dalam pemaparannya, Hadi mengungkapkan bahwa perekonomian Sulawesi Tenggara yang diukur melalui Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku pada triwulan I 2026 mencapai Rp52,55 triliun. Sementara itu, berdasarkan harga konstan tahun 2010, nilainya tercatat sebesar Rp30,28 triliun.

Secara tahunan (year-on-year), ekonomi Sulawesi Tenggara pada triwulan I 2026 tumbuh sebesar 6,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari sisi produksi, lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 20,14 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, komponen pembentukan modal tetap bruto menjadi yang tertinggi dengan pertumbuhan mencapai 16,95 persen.

Namun, jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (quarter-to-quarter), ekonomi Sulawesi Tenggara mengalami kontraksi sebesar 6,20 persen. Dari sisi produksi, lapangan usaha konstruksi mengalami kontraksi terdalam hingga 23,16 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran, penurunan paling signifikan terjadi pada komponen pengeluaran konsumsi pemerintah yang terkontraksi sebesar 22,44 persen.

Lebih lanjut, Hadi menjelaskan bahwa dari sisi struktur ekonomi, lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penyumbang terbesar terhadap PDRB Sulawesi Tenggara dengan kontribusi mencapai 23,34 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama dengan kontribusi sebesar 47,14 persen.

Rilis ini menunjukkan bahwa meskipun pertumbuhan tahunan masih positif, dinamika ekonomi Sulawesi Tenggara pada awal tahun 2026 menghadapi tekanan secara triwulanan, terutama pada sektor konstruksi dan belanja pemerintah. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!