MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI –Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, resmi memulai program apel bergilir bagi SMA dan SMK di Kota Kendari. Program ini menjadi langkah tanggap pemerintah menyusul kasus pengeroyokan yang menimpa seorang siswa SMAN 12 Kendari.
Sekolah pertama yang mengikuti apel perdana adalah SMKN 2 Kendari. Kegiatan apel dilaksanakan di halaman Kantor Gubernur Sultra, Kompleks Bumi Praja, Kelurahan Andounohu, Kecamatan Poasia, pada Selasa (19/8).
Apel bergilir ini digelar sebagai respons atas insiden pengeroyokan yang menimpa ANR (16), siswa SMAN 12 Kendari, yang terjadi pada Minggu (17/8/2025). Korban dianiaya saat melintas di Jalan Budi Utomo, Kelurahan Mataiwoi, Kecamatan Wuawua, setelah mengikuti upacara HUT ke-80 RI. Lokasi kejadian berjarak sekitar 1,7 km dari Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, serta 2,1 km dari Rumah Jabatan Gubernur Sultra.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Pemprov Sultra memfasilitasi transportasi bagi para pelajar. Ratusan siswa diangkut secara bertahap menggunakan bus dan mobil Satpol PP. Mereka bersama guru-guru tiba di lokasi apel tepat pukul 08.00 Wita.
Apel dipimpin langsung oleh Gubernur Andi Sumangerukka. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya disiplin dan pengawasan terhadap siswa.
“Hari ini saya sengaja mengumpulkan SMKN 2 Kendari untuk memberikan pengarahan. Kalau perlu, saya datang ke sekolah setiap hari, kalau memang itu yang diperlukan untuk mendidik kalian,” tegas Gubernur.
Selain apel, Purnawirawan TNI AD ini juga menginstruksikan pelaksanaan patroli gabungan antara Satpol PP dan guru-guru dari 19 SMA/SMK di Kendari. Setiap sekolah akan mengirimkan satu guru untuk terlibat dalam patroli harian. Siswa yang terjaring razia akan diberi peringatan, dan jika mengulangi, akan dikenai sanksi lebih tegas.
Jika masih ditemukan aksi tawuran, siswa yang terlibat bahkan dapat dimasukkan ke barak TNI selama satu bulan.
“Hal ini akan kita kaji lebih lanjut, tapi para siswa sudah setuju,” tambah Alumni Akademi Militer (Akmil) Magelang 1987 ini.
Mantan Pangdam XIV/Hasanuddin ini juga menyoroti bahaya narkoba di kalangan pelajar. Ia menegaskan akan melakukan inspeksi mendadak berupa tes urine di sekolah, baik untuk siswa maupun guru.
“Kalau nanti ada di antara siswa yang membawa atau menggunakan narkoba, akan langsung dimasukkan ke penjara,” tegasnya. (red)












