Beranda

Gubernur Sultra Pastikan Harga dan Stok Bahan Pokok Aman Jelang Idulfitri

×

Gubernur Sultra Pastikan Harga dan Stok Bahan Pokok Aman Jelang Idulfitri

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka (ASR) bersama TPID dan Kapolda Sultra melakukan sidak ke pasar-pasar dan distributor bahan pokok di Kota Kendari guna memastikan stabilitas harga serta ketersediaan stok menjelang Idulfitri, Jumat (14/3).
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka (ASR) bersama TPID dan Kapolda Sultra melakukan sidak ke pasar-pasar dan distributor bahan pokok di Kota Kendari guna memastikan stabilitas harga serta ketersediaan stok menjelang Idulfitri, Jumat (14/3).

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka (ASR) bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Kapolda Sultra melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar-pasar dan distributor bahan pokok di Kota Kendari guna memastikan stabilitas harga serta ketersediaan stok menjelang Idulfitri, Jumat (14/3). Dalam sidak tersebut, ASR mengecek langsung stok dan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional, gudang bulog, Distributor gula serta ritel modern.

“Dari hasil pengecekan stok dan harga beras, minyak, ikan, daging, kentang, dan kebutuhan pokok lainnya ada beberapa kenaikan harga, tetapi secara umum masih stabil. Bahkan, kami juga sempat mengecek takaran ‘Minyak KITA’ dan hasilnya sesuai, tidak ada pengurangan,” ungkap ASR usai Sidak.

Terkait ketersediaan beras, ASR juga telah memastikan bahwa stok di Bulog masih mencukupi hingga enam bulan ke depan. Saat ini, stok beras di Bulog Sultra mencapai 31.000 ton, dan ditargetkan meningkat menjadi 47.000 ton.

“Kami akan terus mendorong para bupati dan wali kota agar membantu Bulog dalam penyerapan gabah dari petani lokal. Dengan demikian, petani Sultra bisa lebih diuntungkan, dan ketahanan pangan di daerah tetap terjaga, harga pun akan tetap stabil,” paparnya.

Bahkan saat melakukan pengecekan ke distributor gula dan Hypermart, ASR memastikan bahwa tidak ada perbedaan harga yang mencolok antara tingkat distributor dan pengecer.

“Kami sudah cek dari hulu sampai hilir, dan ternyata harga masih wajar. Stok pun aman, bahkan melebihi kebutuhan menjelang Lebaran,” katanya.

Dalam upaya menjaga harga bahan pokok tetap stabil hingga Lebaran, ASR menegaskan bahwa pemerintah akan meningkatkan frekuensi sidak di pasar. Hal ini bertujuan untuk mencegah kenaikan harga yang tidak wajar, khususnya di tingkat pedagang eceran.

“Sidak ini penting agar harga tetap terkendali. Selain itu, kita juga harus memperhatikan bahan pokok yang rentan mengalami kenaikan, seperti cabai dan minyak. Jika ditemukan lonjakan harga yang mencurigakan, kita akan telusuri hingga ke tingkat distributor,” jelasnya.

Mantan Pangdam Hasanuddin itu menambahkan bahwa jika ada distributor yang mencoba memainkan harga, maka pihaknya tidak akan ragu untuk berkoordinasi dengan kepolisian.

“Hal ini sudah menjadi kewenangan kepolisian. Jadi bila ditemukan maka kita serahkan langsung ke pihak berwenang untuk ditindaklanjuti,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sultra, Rony Yakob Laute, yang turut serta dalam sidak. Menurutnya, ketersediaan bahan pokok di Kota Kendari berada dalam kondisi aman dan terkendali.

“Alhamdulillah, setelah kami pantau bersama Pak Gubernur, Pak Kapolda, Pak Sekda, dan TPID Sultra, stok bahan pokok di Kota Kendari cukup dan bahkan ada beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga,” ujarnya.

Menurut Rony, harga cabai keriting mengalami penurunan dari Rp51.500 menjadi Rp50.000 per kilogram. Minyak KITA masih bertahan di harga Rp16.000 per liter untuk kemasan bantalan dan Rp18.000 per liter untuk kemasan botol. Sementara itu, daging ayam mengalami penurunan dari Rp32.500 menjadi Rp30.000 per kilogram, sedangkan telur ayam ras justru naik dari Rp28.000 menjadi Rp30.000 per kilogram.

Seorang pedagang di Pasar Korem Kendari, Hj. Juhra, menyebutkan bahwa beberapa komoditas mengalami perubahan harga. Cabai kecil, misalnya, mengalami penurunan drastis sekitar 60%, dari sebelumnha naik sampai Rp120.000 saat ini kembali turun menjadi Rp50. 000 per kilogram. Namun, beberapa bahan pokok lainnya justru mengalami kenaikan, seperti bawang putih yang naik dari Rp40.000 menjadi Rp50.000 per kilogram,bawang merah dari Rp 35.000 menjadi Rp45.000 serta kentang dari Rp20.000 menjadi Rp25.000 per kilogram dan wortel dari Rp15.000 perkilogram menjadi Rp20.000 perkilogram.

“Tetapi untuk harga cabai besar dia tetap Rp50 ribu perkilogram, cabai keriting sedikit naik dari Rp35 perkilogram menjadi Rp50 perkilogram. Namun tomat mengalami penurunan dari sebelumnya Rp15 ribu perkilo menjadi Rp10 ribu perkilo,” jelas Juhra.

Diketahui hadir dalam sidak tersebut, Kapolda Sultra Irjen Pol Dwi Irianto, Sekda Sultra, Asrun Lio, Asisten Bidang Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda Sultra, Yuni Nurmalawati, Kepala Biro Administrasi Perekonomian Sultra Abdul Rajab, Kepala Distanak LM Rusdin Jaya, Kepala Disperindag Sultra, Rony Yakob, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sultra LM Shalihin serta instansi terkait lainnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!