;
Daerah  

HUT ke-81 TNI di Kendari, Danrem Tekankan Soliditas, Profesionalisme dan Kedekatan dengan Rakyat

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Komandan Korem (Danrem) 143/Halu Oleo Brigjen TNI Raden Wahyu Sugiarto menekankan pentingnya memperkuat soliditas TNI, meningkatkan profesionalisme prajurit, serta menjaga kedekatan dengan masyarakat dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Hal itu disampaikan Raden Wahyu Sugiarto usai memimpin upacara peringatan HUT ke-81 TNI di Halaman Korem 143/Halu Oleo, Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (5/10/2026).

Upacara tersebut dihadiri Danlanal Kendari Kolonel Laut (P) M. Sati Lubis, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Danlanud) Haluoleo Kolonel Pnb Tarmuji Hadi Susanto, Wakil Gubernur Sultra Hugua, Ketua DPRD Sultra Laode Tariala, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra Muhammad Fadlansyah, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah pimpinan instansi terkait.

Usai upacara, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan syukuran, pemotongan tumpeng dan makan bersama masyarakat di Aula Korem 143/Halu Oleo.

Dalam kegiatan tersebut, Korem 143/Halu Oleo menyediakan sekitar 3.000 porsi makanan yang dipesan dari 30 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di sekitar Kota Kendari.

Danrem 143/Halu Oleo Brigjen TNI Raden Wahyu Sugiarto mengatakan, rangkaian kegiatan HUT ke-81 TNI telah dilaksanakan sejak 18 September 2026. Berbagai kegiatan tersebut dikemas secara sederhana dengan lebih banyak menyentuh langsung masyarakat.

“Jadi hari ini kita melaksanakan puncak HUT TNI ke-81. Ini sudah dilaksanakan mulai tanggal 18. Memang kegiatan ini lebih kepada kegiatan yang sederhana dan menyentuh masyarakat,” kata Raden Wahyu Sugiarto saat diwawancarai awak media.

Menurutnya, sejumlah kegiatan sosial telah dilaksanakan dalam rangkaian HUT TNI, di antaranya donor darah, sunatan massal, kegiatan sosial di masjid dan panti asuhan, serta berbagai kegiatan olahraga yang melibatkan masyarakat.

Ia menambahkan, peringatan HUT TNI tidak hanya menjadi momentum untuk merayakan hari jadi, tetapi juga menjadi sarana evaluasi internal sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.

“Selain dijadikan evaluasi internal untuk mengevaluasi kinerja kita yang lalu, juga bersama-sama masyarakat untuk sama-sama merayakan kebahagiaan HUT TNI ke-81,” ujarnya.

Raden Wahyu Sugiarto berharap momentum HUT ke-81 TNI dapat semakin memperkuat soliditas di tubuh TNI, meningkatkan profesionalisme prajurit, serta memperkuat kepercayaan dan kecintaan masyarakat terhadap TNI.

“Pokoknya kita harapkan dengan HUT TNI ini akan memperkuat soliditas TNI, kemudian juga meningkatkan profesionalisme, dan semakin dicintai oleh rakyat, sehingga terwujud kemanunggalan TNI dan rakyat,” jelasnya.

Libatkan 30 UMKM

Sementara itu, kegiatan makan bersama masyarakat juga menjadi bagian dari upaya Korem 143/Halu Oleo untuk memberdayakan pelaku UMKM lokal.

Sebanyak 30 UMKM dilibatkan dalam penyediaan sekitar 3.000 porsi makanan yang kemudian dinikmati bersama oleh prajurit TNI dan masyarakat.

“UMKM ini kita hadirkan. Kita pesan dari 30 UMKM dan bisa sekitar 3.000 porsi. Jadi masyarakat di sini kita sampaikan, kita makan bareng di sini,” ungkapnya.

Danrem menegaskan, makanan dalam kegiatan tersebut tidak dipesan dari restoran, melainkan langsung dari pedagang dan pelaku UMKM di sekitar Korem.

“Intinya kita makan-makan bersama masyarakat dengan memberdayakan UMKM. Kita tidak beli dari restoran. Teman-teman bisa lihat, ini kan gerobak-gerobak semua. Yang di dalam itu juga dari gerobak, cuma kita kemas ke dalam,” katanya.

Menurutnya, makan bersama tersebut menjadi salah satu cara sederhana bagi prajurit TNI untuk berkomunikasi dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Tekankan Tugas Humanis

Lebih lanjut, Raden Wahyu Sugiarto menegaskan bahwa tugas TNI tidak hanya berkaitan dengan pertahanan, tetapi juga memiliki peran dalam membantu pemerintah daerah dan masyarakat melalui Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

“Ini implementasi dari OMSP, Operasi Militer Selain Perang. Membantu pemerintah daerah, membantu masyarakat, dan sebagainya,” jelasnya.

Ia mengatakan, seluruh prajurit di wilayah Sultra terus diberikan penekanan agar menjalankan tugas secara humanis serta tidak melakukan tindakan yang dapat menyakiti masyarakat.

Menurutnya, setiap prajurit yang terbukti melakukan pelanggaran terhadap masyarakat akan ditindak sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Tentunya kita memberikan penekanan kepada seluruh anggota kita. Bagaimana kita tidak boleh menyakiti masyarakat. Kalau ada anggota-anggota yang melanggar dan menyakiti masyarakat, tentu akan kita hukum,” tegasnya.

Ia menambahkan, tindakan tegas tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap TNI.

“Namanya manusia, mungkin dari sekian ribu anggota di wilayah Sultra ini ada satu-dua yang agak aneh-aneh. Selain sebagai efek jera bagi yang lain, kita juga menegakkan aturan. Kita menjaga supaya masyarakat tetap percaya kepada TNI,” pungkasnya. (sal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

;