Jaga Stabilitas Harga, TPID Sultra Lakukan Sidak di Pasar Mandonga Kendari

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Dalam rangka menjaga kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan inspeksi mendadak (sidak) dalam rangka melakukan pemantauan harga dan ketersediaan stok di pasar Mandonga Kendari, Selasa (19/9).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sultra Siti Saleha mengatakan, pihaknya sudah memantau semua komoditi yang dijual di pasaran bersama Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan, Dinas Koperasi dan UMKM, Biro Administrasi Perekonomian Sultra dan instansi terkait lainnya.

“Dan ternyata harga komoditi cukup stabil bahkan ada yang turun harganya. Kemudian harga yang bergejolak sekarang beras yakni beras medium yang tidak sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Sehingga kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait dalam hal ini Bulog supaya dalam penjualannya mengacu pada HET bagi pengencer,” katanya saat di wawancarai usai melakukan Sidak.

Dikatakan, para pengecer mendapatkan pasokan bukan langsung dari Bulog tetapi pasokan melalui perantara sehingga harganya mengalami kenaikan.

“Jadi harapan kita semua memantau harga ini untuk melihat harga-harga agar bisa stabil. Dan harapan dari pemerintah provinsi bagaimana untuk mengendalikan inflasi dan inflasi itu lebih rendah dari inflasi nasional,” ujarnya.

Dijelaskan, harga beras medium saat ini Rp10.900 rupiah perkilogram dari sebelumnya sebesar Rp9.450 perkilogram.

“Dan memang dipasar terbatas stoknya, karena tidak mendapat distribusi pasokan dari Bulog langsung tetapi melalui perantara,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sultra Ari Sismanto, ditanya terkait penjualan beras medium melalui perantara menyampaikan pihaknya bakal melakukan pembinaan. Kata dia, pertama langkah yang akan dilakukan akan melakukan pemanggilan kepada pihak Bulog untuk duduk bersama-sama.

“Kemudian mementahkan kembali kios-kios ataupun mitra-mitra Bulog yang ditugaskan untuk menjual beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pasar (SPHP) sesuai dengan HET,” bebernya.

Diungkapkan, didapati penjualan beras masih di atas HET, karena terjadi mata rantai yang agak panjang.

“Inilah kemudian TPID akan bersama-sama memanggil Bulog untuk kembali memetakan kemudian mengevaluasi melakukan pembinaan kembali untuk kios-kios mitra Bulog menjual sesuai HET. Harapan kita bahwa dengan digelontorkan program SPHP ini harga beras bisa kembali stabil,” ungkapnya.

Diketahui, untuk kebutuhan pokok yang mengalami penurunan harga yakni Tomat dari Rp13 ribu menjadi Rp7 ribu perkilogram, cabai rawit Rp30 ribu per kilo dari Rp35 ribu perkilogram, bawang merah Rp35 ribu perkilo dari Rp40 ribu perkilogram, cabai rawit selatan Rp25 ribu menjadi Rp20 ribu perkilogram.

Sedangkan bawang putih masih stabil dengan harga normal Rp40 ribu perkilogram. Kemudian telur ukuran kecil Rp50 ribu per rak, telur berukuran sedang Rp55 ribu per rak, telur besar Rp60 ribu per rak. Serta harga daging sapi dan daging ayam juga masih stabil, dengan masing-masing harga Rp140 ribu perkilogram dan Rp64 ribu per ekor ayam. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!