Beranda

Maju Pilrek UHO, Prof. Ruslin Targetkan Kampus Naik Kelas Menjadi PTN-BH

×

Maju Pilrek UHO, Prof. Ruslin Targetkan Kampus Naik Kelas Menjadi PTN-BH

Sebarkan artikel ini
Prof. Dr. Ruslin, M.Si. (FOTO: FAYSAL/MS)
Prof. Dr. Ruslin, M.Si. (FOTO: FAYSAL/MS)

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI Bakal calon Rektor Universitas Halu Oleo (UHO), Prof. Dr. Ruslin, M.Si, menegaskan komitmennya untuk membawa kampus terbesar di Sulawesi Tenggara itu naik kelas dari capaian Akreditasi Unggul menuju status Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH).

Dekan Fakultas Farmasi UHO tersebut menilai transformasi menuju PTN-BH merupakan langkah strategis yang harus segera dipersiapkan agar UHO memiliki keleluasaan lebih besar dalam mengembangkan pendidikan, penelitian, serta kerja sama di tingkat internasional.

“Insyaallah jika perjuangan ini diridai Allah SWT dan saya diberi amanah menjadi rektor, maka fokus utama saya adalah mendorong Universitas Halu Oleo dari Akreditasi Unggul menuju PTN-BH. Saat ini posisi kita sudah unggul, sehingga harus mulai berpikir ke tahap berikutnya,” ujar Prof. Ruslin, Rabu (10/6/2026).

Menurutnya, status PTN-BH akan memberikan ruang yang lebih luas bagi universitas dalam menentukan arah pengembangan institusi secara mandiri. Hal itu mencakup peningkatan akreditasi internasional, penguatan riset, hingga perluasan jejaring akademik global.

“Peningkatan jumlah penelitian, penguatan akreditasi internasional, dan upaya mendatangkan mahasiswa asing akan lebih mudah dilakukan. PTN-BH menjadi pintu yang sangat strategis untuk mewujudkan itu,” katanya.

Prof. Ruslin menjelaskan, status PTN-BH juga membuka peluang yang lebih besar bagi UHO untuk menghadirkan program studi maupun fakultas yang relevan dengan kebutuhan daerah dan perkembangan zaman.

Ia mencontohkan potensi pengembangan kembali Fakultas Pertambangan serta penguatan bidang Teknologi Pertanian yang dinilai sangat sesuai dengan karakteristik Sulawesi Tenggara sebagai daerah yang kaya sumber daya alam dan memiliki sektor pertanian yang terus berkembang.

“Sulawesi Tenggara memiliki potensi tambang yang sangat besar. Karena itu, Fakultas Pertambangan dan Fakultas Teknologi Pertanian merupakan bidang yang sangat strategis untuk dikembangkan. Jika sudah PTN-BH, kampus memiliki keleluasaan lebih dalam menentukan arah pengembangan tersebut,” jelasnya.

Selain fokus pada aspek akademik, Prof. Ruslin menekankan bahwa transformasi menuju PTN-BH juga menuntut penguatan kemandirian finansial kampus. Menurutnya, seorang rektor harus mampu menghadirkan sumber-sumber pendapatan baru yang tidak hanya bergantung pada Uang Kuliah Tunggal (UKT) maupun bantuan pemerintah.

“Ke depan bantuan pengembangan dari pusat tentu semakin selektif. Karena itu, rektor harus berpikir keras bagaimana meningkatkan pendapatan universitas dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki kampus. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang,” tegasnya.

Ia menilai usia UHO yang kini telah mencapai 45 tahun menjadi momentum yang tepat untuk memasuki fase baru pengelolaan perguruan tinggi yang lebih mandiri dan kompetitif.

“Selama 45 tahun pemerintah telah berinvestasi besar dalam pengembangan SDM maupun sarana dan prasarana UHO. Sekarang saatnya kita memanfaatkan seluruh potensi itu untuk meningkatkan kemandirian kampus. Jalannya adalah menuju PTN-BH,” ujarnya.

Dalam visinya, Prof. Ruslin juga menaruh perhatian besar pada upaya internasionalisasi kampus. Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini UHO belum memiliki mahasiswa asing yang menempuh pendidikan secara reguler.

Karena itu, ia menyiapkan strategi khusus untuk menarik mahasiswa mancanegara melalui kebijakan yang terukur dan berbasis jejaring akademik internasional.

“Kalau menunggu mahasiswa asing datang sendiri, itu sulit. Harus ada instrumen dan kebijakan yang dibuat. Misalnya dosen yang memiliki jejaring kuat dengan negara tertentu diberikan dukungan penelitian khusus dengan target mampu mendatangkan mahasiswa asing ke UHO,” paparnya.

Menurut Prof. Ruslin, keterlibatan dosen dalam memperluas jaringan internasional dapat menjadi langkah awal untuk membangun atmosfer kampus yang lebih global.

“Kalau ada 10 dosen saja yang masing-masing bisa mendatangkan dua mahasiswa asing, itu sudah menjadi langkah awal yang baik. Setelah itu, ketika reputasi kampus semakin dikenal, mahasiswa dari luar negeri akan datang dengan kesadaran sendiri,” pungkasnya.

Melalui visi menuju PTN-BH, penguatan riset, pengembangan program studi strategis, serta internasionalisasi kampus, Prof. Ruslin menawarkan arah baru bagi UHO untuk meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun global di tengah persaingan pendidikan tinggi yang semakin kompetitif. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!