Daerah

Kemenhaj Kendari Verifikasi 461 Calon Jemaah Haji 2027, Delapan Kuota Lansia Dialihkan kepada Ahli Waris

×

Kemenhaj Kendari Verifikasi 461 Calon Jemaah Haji 2027, Delapan Kuota Lansia Dialihkan kepada Ahli Waris

Sebarkan artikel ini
Kemenhaj Kota Kendari saat melakukan proses verifikasi data calon jemaah haji musim haji 1448 H/2027 M.
Kemenhaj Kota Kendari saat melakukan proses verifikasi data calon jemaah haji musim haji 1448 H/2027 M.

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Kendari mulai mematangkan persiapan penyelenggaraan ibadah haji musim 1448 H/2027 M. Sebanyak 461 calon jemaah haji asal Kota Kendari telah masuk dalam daftar pemberangkatan awal yang diterbitkan pemerintah pusat.

Kepala Kemenhaj Kota Kendari, H. Sunardin, S.Ag., M.Pd.I, mengatakan kuota tersebut terdiri atas 452 jemaah haji reguler dan 9 jemaah prioritas lanjut usia (lansia) berusia 90 tahun ke atas.

“Daftar nama calon jemaah haji yang masuk porsi tahun 2027 sudah kami terima dari pusat sejak 30 Juni lalu. Saat ini kami telah menyelesaikan proses verifikasi data dan menggelar rapat koordinasi awal bersama Kantor Wilayah Kemenhaj Sulawesi Tenggara serta Dinas Kesehatan Kota Kendari,” ujar Sunardin, Senin (27/7/2026).

Menurutnya, data calon jemaah yang telah diverifikasi juga telah diserahkan kepada Dinas Kesehatan untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan sebagai salah satu tahapan persiapan keberangkatan.

Dalam proses verifikasi, Kemenhaj Kota Kendari menemukan bahwa dari sembilan jemaah prioritas lansia yang mendapat alokasi kuota, hanya satu orang yang masih hidup. Sementara delapan lainnya telah meninggal dunia.

Sesuai ketentuan, kuota delapan jemaah tersebut akan dialihkan melalui mekanisme pelimpahan porsi kepada ahli waris yang berhak.

“Pelimpahan porsi hanya dapat diberikan kepada suami atau istri, anak kandung, maupun saudara kandung. Namun syaratnya, penerima pelimpahan belum pernah memiliki nomor porsi haji. Kalau sudah terdaftar sebagai calon jemaah haji, maka tidak bisa menerima pelimpahan,” jelasnya.

Sunardin mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan keluarga seluruh jemaah yang telah meninggal dunia untuk menjelaskan mekanisme pelimpahan porsi tersebut.

Selain itu, terdapat sekitar 45 calon jemaah yang menyatakan belum siap berangkat pada musim haji 2027, salah satunya karena belum memperoleh izin dari instansi tempat mereka bekerja.

Bagi jemaah yang menunda keberangkatan, Kemenhaj akan meminta surat pernyataan resmi. Selanjutnya, kuota mereka akan dikembalikan ke pemerintah pusat dan digantikan oleh calon jemaah cadangan berdasarkan urutan nomor porsi.

“Penggantinya adalah jemaah cadangan sesuai urutan nomor porsi. Tidak bisa melompati antrean. Pengecualian hanya berlaku untuk penggabungan mahram, seperti suami-istri, orang tua-anak, atau saudara kandung,” katanya.

Saat ini, tahapan persiapan haji di Kota Kendari telah memasuki proses verifikasi dokumen dan pengurusan paspor. Seluruh calon jemaah yang telah melakukan konfirmasi keberangkatan sedang menyelesaikan penerbitan paspor.

Kemenhaj Kota Kendari juga akan memulai proses foto biometrik pada 1 Agustus 2026. Sementara pelunasan biaya perjalanan ibadah haji dijadwalkan dimulai pada 4 Agustus hingga September 2026.

Sunardin menjelaskan, seluruh tahapan persiapan haji tahun ini berlangsung lebih awal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang meminta data calon jemaah disiapkan lebih cepat.

“Biasanya proses verifikasi dilakukan sekitar November atau Desember. Namun sekarang dipercepat agar data calon jemaah yang akan berangkat sudah lebih awal disiapkan,” ujarnya.

Meski demikian, Kemenhaj Kota Kendari masih menghadapi sejumlah kendala dalam proses verifikasi data calon jemaah. Salah satunya adalah banyaknya calon jemaah yang telah berpindah domisili sejak mendaftar haji beberapa tahun lalu.

“Ada yang sekarang tinggal di Makassar, Jakarta, Morowali, maupun daerah lainnya. Nomor telepon juga banyak yang sudah tidak aktif, bahkan alamatnya sudah berubah. Ini menjadi tantangan kami dalam melakukan konfirmasi,” ungkap Sunardin.

Meski demikian, ia mengaku perkembangan teknologi informasi dan media sosial sangat membantu proses pencarian dan penyampaian informasi kepada calon jemaah haji.

“Alhamdulillah, dengan kemajuan media sosial, informasi kepada jemaah bisa lebih cepat tersampaikan. Dukungan dari media massa juga sangat membantu dalam menyebarluaskan informasi kepada masyarakat,” pungkasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!