MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) resmi membuka pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026 yang berlangsung mulai 30 Juni hingga 31 Juli 2026. Pembukaan pendaftaran tersebut disosialisasikan kepada masyarakat Sulawesi Tenggara melalui Seminar Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026 yang digelar di Auditorium Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Kamis (16/7/2026).
Seminar menghadirkan Direktur Beasiswa LPDP, Dwi Larso, dan dibuka oleh Wakil Rektor III UHO, Dr. Herman, SH., LLM. Kegiatan ini diikuti lebih dari 250 peserta yang terdiri atas mahasiswa, alumni, aparatur sipil negara (ASN), akademisi, hingga masyarakat umum.
Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman mengenai berbagai program beasiswa LPDP, mekanisme seleksi, serta strategi mempersiapkan diri agar putra-putri Sulawesi Tenggara dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik di dalam maupun luar negeri.
Pada seleksi Tahap II Tahun 2026, LPDP kembali membuka dua program utama, yakni Beasiswa STEM Industri Strategis dan Beasiswa SHARE (Social, Humanities, Arts for People, Religious Studies, Economics). Selain itu, tersedia pula Beasiswa Akselerasi pada Universitas Unggulan, Beasiswa Keolahragaan, serta Beasiswa Talenta Riset dan Inovasi Nasional jalur Doctor by Research.
Program STEM Industri Strategis mencakup bidang pangan, energi, pertahanan, digitalisasi termasuk kecerdasan artifisial (AI) dan semikonduktor, kesehatan, hilirisasi, maritim, manufaktur dan material maju, hingga kewirausahaan dan industri kreatif. Sementara program SHARE difokuskan pada pengembangan ilmu sosial, ekonomi, budaya, pendidikan, kebijakan publik, dan keagamaan.
LPDP juga menegaskan komitmennya terhadap pemerataan akses pendidikan melalui berbagai skema afirmasi bagi masyarakat dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.
Direktur Beasiswa LPDP, Dwi Larso, mengungkapkan bahwa hingga 14 Juli 2026, jumlah penerima Beasiswa LPDP asal Sulawesi Tenggara telah mencapai 501 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 304 orang telah menjadi alumni, 144 orang masih menjalani studi, dan 53 orang berada pada tahap persiapan studi.
Mayoritas awardee memilih perguruan tinggi dalam negeri dengan total 392 orang, sedangkan 109 orang berhasil melanjutkan pendidikan di berbagai universitas luar negeri. Program magister (S2) masih menjadi jenjang yang paling diminati dengan porsi sekitar 66 persen.
Secara wilayah, Kota Kendari menjadi daerah penyumbang awardee terbanyak dengan 170 orang, disusul Kabupaten Muna sebanyak 65 orang dan Kota Baubau 56 orang. Sementara Universitas Halu Oleo tercatat sebagai perguruan tinggi asal yang melahirkan awardee LPDP terbanyak di Sulawesi Tenggara dengan total 119 orang.
Dalam kesempatan tersebut, Dwi Larso menjelaskan LPDP melakukan sejumlah penyesuaian kebijakan pada seleksi Tahap II Tahun 2026 untuk memperluas akses masyarakat.
“Melalui sosialisasi ini, LPDP berupaya menjemput bola, mendorong penjaringan talenta unggul dari berbagai wilayah di seluruh Indonesia, termasuk Sulawesi Tenggara. Kami berharap awardee dari Sultra semakin meningkat dan bisa tembus kampus-kampus top dunia. Hal ini juga akan turut mendorong pengembangan industri strategis Indonesia, khususnya lewat beasiswa STEM Industri Strategis,” ujarnya.
Ia menambahkan, salah satu perubahan penting adalah penyederhanaan persyaratan kemampuan bahasa Inggris bagi sejumlah kategori pendaftar.
“Pada seleksi Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026 ini, kami juga menyesuaikan beberapa kebijakan, salah satunya untuk persyaratan bahasa Inggris bagi kriteria pendaftar yang telah ditentukan. Ini tentu akan mendorong perluasan akses seleksi Beasiswa LPDP,” katanya.
Beberapa perubahan kebijakan meliputi keringanan syarat sertifikat bahasa Inggris bagi peserta afirmasi dan peserta yang telah memiliki Letter of Acceptance (LoA) Unconditional. Selain itu, LPDP juga menambah pilihan jenis sertifikat bahasa Inggris yang dapat digunakan, termasuk hasil tes dari pusat bahasa perguruan tinggi di Indonesia.
Untuk memperluas akses, LPDP kini mengakui hasil tes bahasa Inggris dari 35 perguruan tinggi dalam negeri, termasuk TOEFL-equivalent Test Universitas Halu Oleo.
Selain itu, daftar universitas tujuan juga diperluas. Jumlah universitas unggulan meningkat dari 17 menjadi 31 perguruan tinggi, termasuk tambahan universitas khusus bidang STEM.
Sebagai pengelola Dana Abadi Pendidikan, LPDP saat ini mengelola dana sebesar Rp195,8 triliun per 30 Juni 2026.
Sejak berdiri pada 2013 hingga Juni 2026, LPDP telah mendukung 112.771 penerima beasiswa program degree dan lebih dari 590 ribu peserta program non-degree.
Selain pembiayaan pendidikan, LPDP juga telah mendanai 4.718 proyek riset, memperkuat 23 perguruan tinggi negeri berbadan hukum melalui Dana Abadi Perguruan Tinggi, serta mendukung 3.753 penerima manfaat Dana Abadi Kebudayaan.
Pada Seleksi Beasiswa LPDP Tahap I Tahun 2026, sebanyak 2.753 peserta dinyatakan lulus seleksi substansi dari total 32.794 pendaftar. Jumlah pendaftar tersebut meningkat 33,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap program beasiswa LPDP.
LPDP mengingatkan bahwa seluruh penerima beasiswa memperoleh pendanaan dari dana publik, sehingga diharapkan dapat kembali mengabdi dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa. Berikut link beasiswa LPDP https://beasiswalpdp-terintegrasi.kemenkeu.go.id/












