Daerah

Pemkot Kendari Luncurkan Program KEJAR, Targetkan Seluruh Pelajar Miliki Rekening Tabungan

×

Pemkot Kendari Luncurkan Program KEJAR, Targetkan Seluruh Pelajar Miliki Rekening Tabungan

Sebarkan artikel ini

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI Pemerintah Kota Kendari resmi meluncurkan Program Simpanan Pelajar (SimPel) melalui Gerakan Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) di Lapangan Parkir Balai Kota Kendari, Rabu (22/7/2026).

Program nasional tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Indonesia Menabung 2026 sekaligus upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar.

Peluncuran program dihadiri Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM., Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara Bismi Maulana Nugraha, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara Edwin Permadi, perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Bank Sultra, BPR Bahteramas, jajaran Pemerintah Kota Kendari, kepala sekolah, guru, serta ribuan siswa SD dan SMP.

Dalam sambutannya, Wali Kota Siska Karina Imran mengatakan Program KEJAR merupakan langkah strategis untuk membangun kebiasaan mengelola keuangan sejak usia dini. Menurutnya, memiliki rekening tabungan bukan sekadar menyimpan uang, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter agar anak-anak terbiasa hidup hemat, disiplin, dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan.

Ia menjelaskan, jumlah pelajar SD dan SMP di bawah naungan Pemerintah Kota Kendari mencapai 55.763 orang, terdiri dari 40.466 siswa SD dan 15.297 siswa SMP. Sebelum program diluncurkan, sekitar 50.537 pelajar atau sekitar 96 persen telah memiliki rekening tabungan.

“Target kami bukan hanya memenuhi capaian nasional, tetapi memastikan seluruh pelajar di Kota Kendari memiliki rekening tabungan. Menabung sejak dini harus menjadi budaya, bukan sekadar program sesaat,” ujar Siska.

Pada kesempatan itu, Pemerintah Kota Kendari juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung penyediaan saldo awal pembukaan rekening bagi para pelajar. Dukungan tersebut dinilai sebagai bentuk nyata kolaborasi dalam memperluas akses layanan keuangan bagi generasi muda.

Siska berharap kebiasaan menabung dapat terus ditanamkan di lingkungan keluarga maupun sekolah sehingga menjadi bagian dari pola hidup anak-anak. Menurutnya, budaya menabung juga mampu mengurangi perilaku konsumtif sekaligus membentuk generasi yang lebih bijak dalam mengelola keuangan.

Sementara itu, Kepala OJK Sulawesi Tenggara, Bismi Maulana Nugraha, mengungkapkan capaian Kota Kendari patut diapresiasi. Hingga peluncuran program, jumlah rekening SimPel yang berhasil dibuka telah mencapai 60.819 rekening.

“Capaian ini bukan sekadar angka, tetapi menunjukkan semangat menabung yang mulai tumbuh di kalangan pelajar. Yang lebih penting, rekening tersebut harus terus aktif dengan kebiasaan menabung secara rutin,” katanya.

Bismi menilai pendidikan keuangan perlu diberikan sejak dini agar anak-anak memahami cara mengelola uang sekaligus terhindar dari berbagai risiko di era digital, seperti investasi ilegal, pinjaman online ilegal, hingga judi online.

Ia juga mengajak seluruh sekolah dan orang tua menjadikan kebiasaan menabung sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Menurutnya, investasi terbaik bagi anak bukan hanya berupa materi, tetapi juga pengetahuan, karakter, dan kebiasaan baik yang akan menjadi bekal menghadapi masa depan.

Di sisi lain, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi, menegaskan komitmen BI untuk terus mendukung Program KEJAR melalui penguatan literasi keuangan serta edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.

Selain mendukung sistem pembayaran yang aman dan efisien, BI bersama OJK akan terus mengedukasi pelajar mengenai perlindungan konsumen serta keamanan dalam bertransaksi secara digital.

Edwin juga mengungkapkan bahwa Bank Indonesia akan kembali berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Kendari dalam penyelenggaraan Maimo Festival pada awal Agustus mendatang. Kegiatan tersebut akan menghadirkan berbagai program literasi keuangan, festival UMKM, perlombaan, hingga pengumuman pemenang Sekolah Hebat Menanam Cabai sebagai bagian dari penguatan ekonomi daerah.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua, Fuad Zain, menjelaskan bahwa cakupan penjaminan simpanan LPS di Sulawesi Tenggara telah mencapai 99,98 persen.

“Kami berharap dengan adanya penjaminan simpanan oleh LPS, masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh tindakan-tindakan yang dapat merugikan,” ujarnya.

Melalui Program KEJAR, Pemerintah Kota Kendari optimistis budaya menabung akan semakin mengakar di lingkungan sekolah. Sinergi antara pemerintah daerah, OJK, Bank Indonesia, perbankan, serta dunia pendidikan diharapkan mampu melahirkan generasi yang cerdas secara finansial, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!