Daerah

Pemkot Kendari Perkuat Perang Melawan TBC dan Stunting, CKG Ditargetkan Tembus 90 Persen

×

Pemkot Kendari Perkuat Perang Melawan TBC dan Stunting, CKG Ditargetkan Tembus 90 Persen

Sebarkan artikel ini

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI Pemerintah Kota Kendari terus memperkuat upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui langkah preventif dan intervensi terpadu. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah memperkuat penanganan tuberkulosis (TBC) dan percepatan penurunan stunting, sekaligus meningkatkan cakupan Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga 90 persen.

Komitmen tersebut ditandai dengan pelaksanaan Pertemuan Koordinasi Bidang Kesehatan yang dirangkaikan dengan peluncuran Kelurahan Siaga TBC mengusung slogan “Kendari Tuntas TBC”, serta launching program Paket Sehat Spesial, yakni pemeriksaan kesehatan gratis dan intervensi stunting bagi ibu hamil serta balita. Kegiatan berlangsung di salah satu hotel di Kota Kendari, Selasa (14/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, hingga kader Posyandu dan PKK se-Kota Kendari.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kendari mengatakan peluncuran Kelurahan Siaga TBC merupakan langkah integratif untuk memperkuat deteksi dini dan menekan angka penularan tuberkulosis di Kota Kendari.

Pemerintah Kota Kendari menetapkan sebanyak 62 kelurahan sebagai lokus penanganan yang akan menjadi pusat identifikasi dini berbagai faktor risiko, termasuk kondisi lingkungan yang berpotensi menjadi penyebab penyebaran TBC.

“Hari ini kita melaksanakan rapat koordinasi bidang kesehatan yang terintegratif, dirangkaikan dengan launching Kelurahan Siaga TBC. Kami menyebar 62 lokus atau titik yang nantinya menjadi pusat identifikasi untuk men-tracking semua faktor risiko, termasuk kondisi lingkungan yang terindikasi TBC,” ujar dr. Siska.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Kendari hingga Juni 2026, tren kasus TBC mengalami dinamika. Pada 2023 tercatat sebanyak 1.660 kasus, meningkat menjadi 1.678 kasus pada 2024, kemudian 2.126 kasus pada 2025. Sementara hingga Juni 2026 tercatat sebanyak 923 kasus.

Dari 923 kasus aktif tersebut, sebanyak 896 kasus atau 97,1 persen telah menjalani pengobatan intensif. Selain itu, 451 kasus atau sekitar 64 persen telah dilakukan investigasi kontak erat untuk memutus mata rantai penularan, sedangkan 75 kasus atau 3,2 persen telah memperoleh Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT).

Selain fokus pada penanganan TBC, Pemerintah Kota Kendari juga terus mempercepat penurunan angka stunting. Wali Kota mengungkapkan, berbagai program intervensi yang dijalankan menunjukkan hasil positif.

“Sebenarnya angka stunting kita terus menurun. Pada tahun-tahun sebelumnya saat awal kami menjabat, tercatat ada sekitar 500 anak penderita stunting di Kota Kendari. Melalui berbagai strategi intervensi serentak, pada tahun 2025 kemarin angka ini berhasil kita turunkan menjadi 460 anak,” jelasnya.

Menurutnya, program Orang Tua Asuh Stunting yang melibatkan para pejabat daerah masih berjalan secara konsisten. Untuk meningkatkan efektivitas penanganan, ia juga meminta Dinas Kesehatan bersama Satuan Tugas (Satgas) Stunting segera menyinkronkan data dengan seluruh puskesmas.

“Sinkronisasi data ini sangat penting. Tugas Dinkes dan Satgas untuk memastikan data di lapangan sinkron, karena kita di daerah yang bermukim di sini dan melaksanakan langsung program ini, sehingga kitalah yang paling tahu kondisi riil masyarakat kita,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Pemkot Kendari juga mematangkan pelaksanaan program Paket Sehat Spesial, yaitu Pekan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di seluruh kelurahan yang dipadukan dengan intervensi serentak pencegahan stunting bagi ibu hamil dan balita. Program ini dijadwalkan berlangsung mulai 17 Juli hingga 17 Agustus 2026.

Capaian program CKG Kota Kendari selama ini bahkan telah melampaui target nasional. Pada 2025, realisasi CKG mencapai 70,49 persen atau sebanyak 254.880 orang dari target 366.545 orang, jauh di atas target nasional saat itu sebesar 36 persen. Capaian tersebut juga menempatkan Kota Kendari sebagai daerah dengan realisasi CKG tertinggi di Sulawesi Tenggara.

Sementara pada Semester I Tahun 2026 atau per 13 Juli, capaian CKG telah mencapai 47,08 persenatau 181.780 orang dari target 386.095 orang, melampaui target nasional sebesar 46 persen. Adapun capaian CKG di lingkungan sekolah telah mencapai 51,06 persen, dengan jumlah peserta sebanyak 39.086 siswa dari target 76.549 siswa.

Meski demikian, Wali Kota menegaskan capaian tersebut belum menjadi alasan untuk berpuas diri. Melalui Program Paket Sehat Spesial, Pemkot Kendari menargetkan cakupan CKG meningkat hingga 90 persen.

“Meskipun capaian kita saat ini sudah melewati target nasional, kita tidak boleh cepat puas. Melalui Program Paket Sehat Spesial yang akan kita mulai 17 Juli nanti, target CKG Kota Kendari kita naikkan menjadi 90 persen. Saya meminta dukungan penuh dari seluruh lurah, ketua RT/RW, LPM, hingga kader Posyandu untuk menggerakkan masyarakat memanfaatkan layanan gratis ini,” pungkas dr. Siska.

Dengan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah hingga perangkat kelurahan dan masyarakat, Pemerintah Kota Kendari optimistis angka TBC dan stunting dapat terus ditekan, sehingga terwujud masyarakat yang lebih sehat, tangguh, dan sejahtera. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!