MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Untuk menyatukan persepsi dan langkah dalam penyusunan rencana bisnis BUMD Air Minum, serta memastikan program kerja pemerintah daerah sejalan dengan tujuan pelayanan air bersih kepada masyarakat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Rencana Bisnis Tahun 2025 di Kendari, pada Rabu (4/12).
Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Drs H Asrun Lio MHum PhD, yang mewakili Pj Gubernur Sultra, Komjen Pol (P) Dr (HC) Andap Budhi Revianto SIK MH, dalam sambutannya menyatakan bahwa tujuan utama bimtek ini adalah menyatukan persepsi antar pihak terkait dalam mengelola BUMD Air Minum, khususnya Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
“Kami mengapresiasi kehadiran para peserta sebagai wujud komitmen tinggi untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pengelolaan PDAM di kabupaten/kota se-Sultra,” kata Sekda Sultra.
Lebih lanjut, Sekda Sultra menjelaskan bahwa bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan BUMD, khususnya PDAM, seiring dengan upaya pemerintah daerah mendorong peningkatan kinerja BUMD agar dapat memberikan kontribusi optimal terhadap pembangunan daerah.
Menurut Sekda, Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 118 Tahun 2018 mengamanatkan penyusunan rencana bisnis BUMD secara berkala setiap tahun. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Sultra berkomitmen untuk menyelenggarakan bimtek secara rutin setiap tahunnya, guna mendukung PDAM dalam menyusun rencana bisnis yang komprehensif dan berkelanjutan.
“Bimtek ini sejalan dengan amanat pemerintah untuk melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap BUMD Air Minum di wilayah masing-masing, yang mencakup perencanaan, pengelolaan keuangan, serta peningkatan kinerja,” ujar Sekda.
Sekda juga menekankan bahwa Provinsi Sultra memiliki peran penting dalam memastikan bahwa PDAM kabupaten/kota mengelola keuangan secara transparan dan akuntabel serta mematuhi seluruh peraturan yang berlaku. Dalam hal pengawasan, Provinsi Sultra berwenang untuk memberikan sanksi terhadap penyimpangan dalam pengelolaan PDAM.
“Pemerintah Provinsi Sultra berupaya mewujudkan BUMD Air Minum yang sehat, efisien, dan berkelanjutan, sehingga dapat memberikan pelayanan air minum berkualitas bagi masyarakat,” jelas Sekda.
Lebih lanjut, Sekda Sultra mengungkapkan harapannya agar seluruh PDAM di Sultra dapat bertransformasi menjadi BUMD yang sehat, dengan kondisi keuangan yang stabil, manajemen yang profesional, dan mampu mengoperasikan serta mengembangkan usaha secara optimal tanpa bergantung pada subsidi pemerintah.
“Kami ingin PDAM dikelola oleh sumber daya manusia yang kompeten dan berintegritas, serta menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dengan orientasi pada kepuasan masyarakat,” ujar Sekda.
Sekda juga mengucapkan terima kasih kepada para narasumber yang telah berbagi ilmu dan pengalaman dalam bimtek ini, berharap agar pengetahuan yang diberikan dapat meningkatkan kinerja PDAM di daerah masing-masing.
Di akhir sambutannya, Sekda Sultra membacakan sebuah pantun yang mengharapkan kemajuan bagi PDAM di Sultra:
“Air mengalir sampai ke muara, perahu berlayar sampai ke samudra. Bimtek ini sungguhlah berguna, semoga PDAM kita semakin berjaya.”
Bimtek ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Sultra, narasumber dari BPKAD dan Inspektorat Provinsi Sultra, Kabag Perekonomian kabupaten/kota se-Sultra, serta Direksi PDAM kabupaten/kota se-Sultra dan berbagai pihak terkait lainnya. (**)












