MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai mematangkan rencana pembangunan untuk tahun anggaran 2026.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sultra, J. Robert, mengungkapkan bahwa arah kebijakan pembangunan masih akan bertumpu pada empat pilar utama guna memastikan keberlanjutan kesejahteraan masyarakat.
Empat sektor yang menjadi fokus utama tersebut meliputi infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan ketahanan pangan.
Fokus Infrastruktur dan Konektivitas
Robert menjelaskan bahwa di sektor infrastruktur, pemerintah akan menitikberatkan pada tiga hal krusial:
Peningkatan Jalan: Melanjutkan perbaikan dan pembangunan akses jalan di wilayah strategis.
Konektivitas Perhubungan Darat: Fokus pada optimalisasi pelabuhan penyeberangan besar guna memperlancar arus logistik dan mobilitas warga antar pulau.
Program Rutilahu: Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program nasional pembangunan 3 juta rumah.
Pendidikan Unggulan
Di bidang pendidikan, Pemprov Sultra tetap berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap sekolah-sekolah unggulan. Meski sebagian besar anggaran berasal dari pemerintah pusat, pemerintah daerah akan mengambil peran strategis dalam hal tata kelola, termasuk optimalisasi proses seleksi siswa agar lebih kompetitif dan tepat sasaran.
Terobosan Layanan Kesehatan: Fasilitas Radioterapi
Salah satu poin paling progresif dalam rencana tahun 2026 adalah peningkatan kualitas layanan di RSUD Bahteramas. Pemerintah tengah mengejar pembangunan gedung Radioterapi untuk penanganan pasien kanker.
“Selama ini pasien pasca-kanker biasanya menjalani kemoterapi. Kita akan menghadirkan teknologi baru melalui Radioterapi. Targetnya, pada tahun 2027 kita sudah mendapatkan bantuan peralatan dari pusat, namun syaratnya bunker untuk fasilitas tersebut harus siap lebih dulu,” ujar Robert.
Pembangunan bunker ini diperkirakan memakan waktu 6 hingga 8 bulan dengan standar teknis yang ketat. Anggarannya bersumber dari APBD melalui skema Specific Grant (DAU) bidang kesehatan sebesar kurang lebih Rp13 miliar.
Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Petani
Terakhir, sektor ketahanan pangan akan difokuskan pada tiga aspek hilirisasi dan produksi: Penyediaan sarana dan prasarana; Peningkatan kapasitas dan pemberdayaan petani dan Penyederhanaan dan penguatan rantai pemasaran hasil bumi.
Langkah-langkah strategis ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi Sultra di tahun 2026, sekaligus menjawab kebutuhan dasar masyarakat di seluruh pelosok bumi Sulawesi Tenggara. (sal)












